JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Gara-Gara Soal Matematika, Siswa SD di Buton Tewas Usai Dipukul Guru

Gara-Gara Soal Matematika, Siswa SD di Buton Tewas Usai Dipukul Guru

229
BAGIKAN
Ilustrasi
Ilustrasi

JAKARTA – Seorang guru SD di Sulteng, Armin (40) menganiaya muridnya hingga tewas karena tidak bisa mengerjakan soal matematika. Armin akhirnya diadili.

Kasus bermula saat Armin mengajar matematika di ruang kelas IV SD Negeri 2 Suandala, Buton, Sulteng pada 16 Januari 2013. Armin lalu membuat soal matematika di papan tulis dan menunjuk Asri ke depan untuk mengerjakannya. Tapi Asri tidak bisa mengerjakan soal tersebut. Armin naik pitam dan memukul siswinya.

Tiga hari berselang, hal itu terulang. Asri diminta maju mengerjakan soal matematika dan Asri kembali tidak bisa menjawab. Armin marah dan memegang leher siswinya itu hingga badan Asri terangkat ke atas. Asri meronta-ronta. Asri sesak nafas dan arah segar mengucur dari hidungnya. Setelah diperlakukan hal itu beberapa saat, Asri lalu disuruh kembali ke kursinya.

Seusai pulang ke rumah, Asri sakit dan tidak masuk sekolah. Kesehatan Asri memburuk dan orangtuanya membawa ke Puskesmas Lasalimu sepuluh hari setelah kejadian. Sayang, nyawa Asri tidak tertolong. Hasil visum menyebutkan kematian itu karena adanya darah mengering di pangkal hidung dan luka di kepala belakang telinga.

Atas kematian itu, Armin lalu dilaporkan polisi. Tidak berapa lama, Armin dituntut 4,5 tahun penjara. Namun hakim menjatuhkan hukuman 2 tahun 6 bulan untuknya.

Andi Saputra | Detik