JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Hadapi PSIS, Persis Solo Maksimalkan Serangan Balik

Hadapi PSIS, Persis Solo Maksimalkan Serangan Balik

266
BAGIKAN
Pemain Persis Solo Indra berusaha melewati hadangan pemain PSIS Semarang pada pertandingan ujicoba menghadapi Divisi Utama 2015, Minggu (15/02/2015) di Stadion Manahan Solo. Foto: Maksum N F
Pemain Persis Solo Indra berusaha melewati hadangan pemain PSIS Semarang pada pertandingan ujicoba menghadapi Divisi Utama 2015, Minggu (15/02/2015) di Stadion Manahan Solo. Foto: Maksum N F

SOLO – Dua misi diusung Persis Solo pada laga uji coba lawan PSIS Semarang di Stadion Jatidiri Semarang, Sabtu (21/2/2015) malam. Tak hanya ingin menguji skema baru, uji coba itu jadi salah satu sarana untuk melihat kualitas tiga pelamar baru, yakni Ahmad Sembiring Usman, Hari Novian Caniago dan M Afif.

Dikatakan Pelatih Persis Solo Aris Budi Sulistyo skema yang akan digunakan pada laga kedua lawan PSIS itu adalah 5-4-1. Dalam tiga hari sesi latihan, dirinya menilai anak asuhnya mulai mengerti cara kerja skema tandang tersebut.

Bila nantinya skema 5-4-1 bisa menoreh hasil memuaskan di Jatidiri, dia akan menggunakan skema sama saat kompetisi dimulai. Namun bila nantinya tak sesuai harapan, mantan pelatih Persik Kediri itu bakal menyiapkan skema baru.

“Saya tidak mengejar hasil akhir. Kesempatan uji coba akan saya manfaatkan untuk melihat efektivitas skema. Kalau di tandang bisa sukses, 5-4-1 akan saya gunakan di kompetisi. Tapi kalau belum sempurna, akan saya benahi lagi. Atau nanti coba skema baru,” terang Aris Budi saat ditemui di Lapangan Lanud Adi Soemarmo, Colomadu, Karanganyar, Jumat (20/2/2015) pagi.

Dijelaskan Aris, skema 5-4-1 cocok untuk menandingi permainan PSIS Semarang. Dengan pertahanan yang lebih kuat, timnya akan memaksimalkan serangan balik cepat untuk memburu gol. Dipakainya skema itu juga tak lepas dari keberadaan gelandang sayap seperti Bayu Nugroho, Ainudin Devira dan Andrid Wibawa yang punya kecepatan.

Tak hanya serangan balik, Aris Budi juga melatih eksekusi bola mati. Belum maksimalnya peluang lewat tendangan bebas pada pertemuan pertama membuat keahlian sepakan langsung maupun umpan ke penyerang lebih ditingkatkan.

“Tak memburu hasil akhir bukan berarti kami akan lepas begitu saja. Ini pertandingan prestisius untuk kedua tim. Tentu saya juga harus cari cari agar peluang yang didapat bisa dimaksimalkan. Eksekusi bola mati jadi salah satu andalan. Sembiring punya spesialisasi bola mati,” jelas Aris Budi.

Nofik Lukman Hakim