JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Hanura Bebaskan Pengurus Mengatur Strategi Pilkada

Hanura Bebaskan Pengurus Mengatur Strategi Pilkada

247
BAGIKAN
Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Wiranto saat memberikan keterangan kepada media terkait Musyawarah Nasional (MUNAS) II Partai Hanura 13-15 Februari 2015 di Solo, Kamis (12/02/2015). Rencananya Presiden Indonesia Joko Widodo akan membuka Musyawarah Nasional tersebut_Foto_Maksum N F
Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Wiranto saat memberikan keterangan kepada media terkait Musyawarah Nasional (MUNAS) II Partai Hanura 13-15 Februari 2015 di Solo, Kamis (12/02/2015). Rencananya Presiden Indonesia Joko Widodo akan membuka Musyawarah Nasional tersebut_Foto_Maksum N F

SUKOHARJO-Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) memberi kewenangan penuh pada pengurus di daerah dalam mempersiapkan strategi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

Termasuk dalam hal menentukan arah dukungan atau koalisi pencalonan kepala daerah. Meskipun sampai saat ini partai tersebut masuk dalam Koalisi Indonesia Hebat (KIH).Ketua Umum Hanura Wiranto menilai, pengurus di daerah lebih memahami kondisi politik maupun karakter wilayah masing-masing.

“Kami paham kultur pemilihan di setiap daerah berbeda, maka dari itu strategi setiap daerah juga beda. Tokoh mana yang didukung terserah, yang penting pemimpin itu memiliki hati nurani,” terangnya, kepada wartawan, di Syariah Hotel, Gonilan, Kamis (12/2).

Meski memberi ruang yang luas pada daerah, namun hal itu juga menjadi salah satu materi pembahasan dalam Musyawarah Nasional (Munas) Hanura Kedua, 13-15 Februari. Hal itu penting agar strategi yang dipilih tepat.

“Memang kami prioritaskan ke KIH. Namun, tidak juga terpaku KIH atau KMP. Itu semua tergantung daerah masing-masing, yang penting adalah rakyat,” tambahnya.

Sementara untuk persiapan Pilkada di Solo, Ketua DPC Partai Hanura Kota Surakarta Abdullah AA belum menentukan sikap. Baik dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), sebagai motor KIH, atau dengan partai lainnya.

”Banyak yang mengajak bicara tapi kami tetap belum putuskan. Semua belum menampilkan sosok yang akan diusung. Termasuk PDIP kami juga belum tahu siapa calonnya. Kami tentu tak mau beli kucing dalam karung.  Kami harus tahu dulu plus minusnya,” kata legislator DPRD Kota Surakarta itu.

Dia menambahkan, hal yang menjadi pertimbangan lainnya adalah calon yang didukung harus memiliki visi dan misi yang selaras dengan partainya. Jika tokoh wali kota tidak sesuai dengan Hanura, dipastikan partai tersebut tidak akan memberikan dukungan untuk calon tersebut. “Kursi kami hanya satu di DPRD, tentu sulit untuk mengusung sendiri. Namun, kalau enggak sesuai dengan visi misi kami,  siapapun (tokohnya) enggak akan kami dukung,” kata dia.

Dini Tri Winaryani