JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Harga Beras di Sukoharjo Naik Hingga Rp 2500 per Kilogram

Harga Beras di Sukoharjo Naik Hingga Rp 2500 per Kilogram

466
BAGIKAN
BERAS CADANGAN- Bulog Grogol menyediakan 100 ton cadangan beras untuk bencana di Sukoharjo. Foto diambil Jumat (24/1) lalu. Joglosemar | Murniati
BERAS CADANGAN- Bulog Grogol menyediakan 100 ton cadangan beras untuk bencana di Sukoharjo. Foto diambil Jumat (24/1) lalu. Joglosemar | Murniati

SUKOHARJO – Harga beras di Sukoharjo terus melambung sejak dua pekan terakhir. Bahkan kenaikan harga mencapai Rp 2.500/kilogram. Harga beras naik pada kisaran Rp 1.000 per kilogram. Kenaikan ini terjadi di semua varian atau jenis. Bahkan, beras IR64 kualitas super mencapai harga Rp 12.000.

Pemilik warung sembako di Jalan Lettu Ismail, Sukoharjo, Sadino (55) mengatakan harga empat varian beras IR 64 yang dijualnya naik Rp 1.000-Rp 2.500/kilogram. Beras IR 64 kualitas dua naik dari Rp 8.000/kilogram menjadi Rp 10.000/kilogram.

Beras IR 64 kualitas satu yang sebelumnya Rp 9.500/kilogram naik menjadi Rp 12.000/kilogram. Beras menthik wangi kini tembus Rp 12.000 perkilogram dari harga sebelumnya Rp 11.500/kilogram. Dan Beras Rojo lele kini dijual dengan harga Rp 12.500/kilogram. “Harga terus naik sejak dua minggu ini,” kata Sadino, Selasa (24/2/2015).

Menurutnya, meski cenderung malah, masakan masih lancer. Kenaikan harga beras ini, kata dia, dipengaruhi jor-joran harga para penebas. “Dari petani, penebas berani menawar harga tinggi. Penjual mengikuti harga, kalau penebas saja mengambil dengan harga tinggi, otomatis jualnya juga tinggi,’ terangnya.

Pedagang sembako Pasar Ir. Sukarno, Mariyati (37) mengatakan, tingginya harga beras di pasaran lantaran harga dari penggilingan sudah tinggi. Sehingga mau tidak mau pedagang mengikuti harga yang dipatok oleh pemasok.

“Kalau alasan dari pemasok barang sulit didapat, stoknya menipis karena cuaca,” kata Mariyati.

Mariyati juga mengatakan kenaikan komoditas pangan tidak hanya terjadi pada beras. Tetapi juga sejumlah bahan pokok lainnya. Seperti Mie Instan yang naik kisaran Rp 2.000 per/dus, minyak goreng curah naik dari Rp 10.000 menjadi Rp 10.500 dan bawang-bawangan naik antara Rp 1.500–2.000 per kilogram.

Menurutnya kenaikan harga pangan yang tidak sesuai dengan turunnya harga bahan bakar minyak (BBM). Sebab, selama ini harga BBM menjadi salah satu tolok ukur harga komoditas di pasaran. “Nggak tahu kok harga malah naik padahal harga BBM turun,” katanya.

Pedagang sembako lainnya, Waginem (60) menyatakan harga beras naik tetapi barangnya tidak bagus. Beras banyak yang pecah dan bulirnya juga kecil-kecil. Namun demikian, pasokan relatif lancar dan pembeli juga stabil. “Lha beras mahal tetapi kan maknan pokok. Jadi berapapun harganya tetap laku,” katanya.

Sofarudin