JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Harga Beras Melambung, Beras Miskin di Karanganyar Jadi Primadona

Harga Beras Melambung, Beras Miskin di Karanganyar Jadi Primadona

298
BAGIKAN
ilustrasi
ilustrasi

KARANGANYAR – Seiring melambungnya harga beras untuk keluarga miskin (raskin), penjualan komoditas pangan oleh warga penerima tersebut kian merosot di pasaran.

Sebagaimana diketahui, sebagian warga penerima beras bantuan dari pemerintah pusat tersebut kerap menjual kembali beras raskin untuk ditukar dengan beras kualitas diatasnya. Kemudian, pedagang menjual kembali raskin tersebut untuk berbagai kebutuhan konsumen. Namun, melambungnya harga raskin membuat penjualan raskin di toko-toko beras dalam dua hari terakhir menurun.

Ebo Santosa, salah seorang pedagang beras di Pasar Jungke mengungkapkan, penjualan beras raskin oleh warga penerima semakin berkurang. Padahal, dalam kondisi normal ia dapat menerima beras raskin penjualan warga antara 4,5 ton 6 ton per harinya.

“Sekarang sangat minim. Paling hanya 1,5 ton saja,” ungkap Ebo, kepada wartawan, kemarin.

Apabila warga menukar raskin dengan beras lain seharga sekitar Rp 9.000, maka sekarang berada di atas Rp 10.000. Ebo melihat warga penerima raskin memilih untuk mengkonsumsi beras jatahnya ketimbang dijual kembali.

Harga beli raskin dari warga umumnya bervariasi, yakni ntara Rp 6 ribu hingga Rp 6.200. Ebo kemudian menjual kembali beras raskin tersebut seharga Rp 6.500 per kilogram. Umumnya, pembeli raskin berasal dari Sragen, Wonogiri, termasuk sekitar Karanganyar.

“Harga beras sekarang juga tinggi. IR 64 itu sekarang Rp 10 ribu per kilogram. Menthik malah Rp 11 ribu. Saring poles, yang dulu Rp 9 ribu, sekarang juga Rp 11 ribu,” urainya.

Sementara itu, pedagang lainnya Payem mengaku ia bahkan tak menerima warga yang menjual beras raskin ke kiosnya.

“Ini tak ada satupun yang datang. Biasanya dari pabrik pembuat karak yang kemudian juga membeli raskin itu,” ujarnya.

Putradi Pamungkas