JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Hasil Penelitian: PDIP Sumbang Penurunan Popularitas Jokowi

Hasil Penelitian: PDIP Sumbang Penurunan Popularitas Jokowi

261
BAGIKAN
Joko Widodo | Foto: Maksum Nur Fauzan
Joko Widodo | Foto: Maksum Nur Fauzan

JAKARTA – Reading Indonesia PROject (RIPRO) bekerja sama dengan Universitas Paramadina dan Awesometrics mengadakan riset 100 hari pertama Jokowi-JK. Ada temuan menarik tentang PDIP yang menurut hasil riset tersebut dinilai masih bergaya oposisi.

“Kinerja menteri di dalam kabinet Jokowi terpolarisasi ke dalam dua kubu besar yakni menteri yang hanya dibicarakan mengenai kinerjanya dan menteri yang terlalu banyak dibicarakan berkaitan dengan intrik partai seperti Puan Maharani, Tjahjo Kumolo, dan Tedjo Edy,” kata peneliti RIPRO, Agus Mulyono, dalam paparan hasil survei di Universitas Paramadina, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Senin (23/2/2015).

Populasi penelitian adalah pembicaraan di twitter terkait dengan menteri dalam kurun waktu 23 Januari 2015 hingga 18 Februari 2015. Jumlah pembicaraan yang termonitor dengan menggunakan kata kunci 34 nama menteri sejumlah 311.636 celoteh di dunia maya.

Kinerja kabinet tercermin cukup baik dalam benak publik. Kinerja positif ditunjukkan oleh beberapa menteri terutama yang berasal dari kalangan profesional. Meski demikian terdapat beberapa menteri yang memiliki kinerja yang baik tetapi tidak terekspose dalam pembicaraan media.

Kinerja menteri sepertinya tidak terpengaruh terhadap kebijakan politik yang diambil oleh Jokowi. Pengaruh pembicaraan hanya terkait menteri yang memiliki relasi dengan urusan politik dan menteri dari partai.

“PDIP sebagai partai pemenang pemilu bertindak seperti partai oposisi yang turut mengurangi popularitas Jokowi,” kata Agus memaparkan temuan risetnya tersebut.

“Komunikasi politik Joko Widodo dalam pembuatan kebijakan (termasuk yang tidak populer) mampu memberikan penjelasan yang diterima publik. Tetapi untuk blunder yang diakibatkan atau berhubungan PDIP, popularitas Jokowi menurun drastis,” pungkasnya.

Edward Febriyatri Kusuma | Detik