JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Haul Habib Ali, Rumah Warga Pasarkliwon Mendadak Jadi Hotel

Haul Habib Ali, Rumah Warga Pasarkliwon Mendadak Jadi Hotel

820
BAGIKAN
Joglosemar/Abdullah Azzam HAUL SOLO - Ribuan jamaah berdoa bersama saat mengikuti Haul Solo 2013 di Masjid Riyadh, Pasar Kliwon, Solo, Minggu (3/3).
Joglosemar/Abdullah Azzam
HAUL SOLO – Ribuan jamaah berdoa bersama saat mengikuti Haul Solo 2013 di Masjid Riyadh, Pasar Kliwon, Solo,

SOLO – Setiap kali Peringatan Haul Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi di Masjid Riyadh, Pasar Kliwon membuat warga sekitar panen rezeki. Mereka ikut mempersiapkan diri dengan menjadikan rumahnya sebagai penginapan bagi para jamaah yang datang dari berbagai tempat.

Ini yang dilakukan oleh, Margono (60) Warga 01 RW VII, Gurawan, Pasar Kliwon yang setiap tahunnya rumahnya selalu dipakai untuk menginap para jamaah Haul Habib Ali. Bahkan dirinya bisa dianggap sebagai perintis membuat penginapan bagi jamaah Haul Habib Ali yang dimulai sejak tahuan 1970 an.

“Ini sudah disewakan sejak satu bulan lalu untuk jamaah Haul Habib Ali dari Banjarsari sekitar 50 orang. Mereka mulai datang, Senin (9/2) besok, tapi ada sudah datang beberapa orang,” terangnya kepada Joglosemar saat ditemui dirumahnya, Minggu (8/2/2015).

Margono mengaku namanya dikenal oleh orang-orang di luar Jawa, jelang haul selalu dihubungi untuk pesan tempat. Bahkan orang-orang sekitar rumahnya pun juga menawarkan rumah penginapan untuk jamaah haul jika dirumah miliknya penuh.

“Saya sering dihubungi orang-orang tapi saya tidak kenal untuk pesan penginapan, jika disini penuh maka langsung saya alihkan ke yang lain. Pokoknya jelang haul itu handphone selalu bunyi menanyakan,” imbuhnya.

Fasilitas yang ditawarkan pun cukup menarik, mulai dari AC, TV, kasur, air ataupun kamar mandi. Harga sewa pun cukup terjangkau, jika kamar disewakan Rp 150.000 perhari sedangkan jika lesahan diruang tamu dibandrol Rp 75.000 perorang. Kalau diluar peringatan haul, ini untuk menginap para keluarga pasien di RS Kustasi dan harganya pun beda yaitu Rp 60.000 perorang.

“Ini biar mereka merasa nyaman saat menginap. Sebenarnya ini sudah rutin dan biasa jadi tidak ada persiapan apapun, kalau diluar ini disewakan untuk penginapan keluarga pasien RS Kustati,” katanya.

Dirinya mulai bisnis penginapan ini sejak tahun 1970 an lalu, yang mana dulu hanya ada satu kamar saja dan waktu itu dipakai satu keluarga dengan 5 orang. Karena dulu dirinya sering ditanya dan di datangi para jamaah yang bingung mencari tempat, dengan melihat situasi itu akhirnya mencoba menyewakan satu kamar. Lama-lama banyak yang minat akhirnya membangun kamar-kamar lagi dengan model seperti kos-kosan berukuran 3×4 meter dan rumah, jadi sekarang ada tiga bangunan dan 6 kamar.

“Orientasi ini bukan cari duit tapi menolong, kan mereka itu jauh-jauh asalnya seperti dari luar jawa,” sambungnya.

Lain lagi yang dilakukan, Norma Inayah yang disewakan rumah kunonya untuk penginapan jamaah haul Habib Ali ini. Hanya saja dirinya baru membukan penginapan tahun ini dan sudah ada yang pesan sekitar 50 orang dari Kalimantan. “Saya buka tahun ini melihat jamaah yang datang itu cukup banyak, jadi tertarik dan mencoba untuk memberikan fasilitas penginapan. Sudah ada yang pesan dari Kalimantan dan akan datang Senin (9/2) sampai Rabu (11/2),” ungkapnya.

Norma menambahkan, harga sewanya jika kamar Rp 150.000 perorang sedangkan kalau lesahan Rp 100.000.  “Untuk fasilitas hanya tikar saja dan lokasinya dengan acara. Ada 5 kamar dan satu ruangan yang berukuran besar,”  pungkas warga RT 06 RW I Joyosuran.

Ari Welianto