JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Hiu Memangsa Manusia Karena Merasa Terusik

Hiu Memangsa Manusia Karena Merasa Terusik

218
BAGIKAN
Oceanic whitetip shark | Foto: telegraph.co.uk
Oceanic whitetip shark | Foto: telegraph.co.uk

SYDNEY– Para peneliti mengungkapkan, meningkatnya jumlah serangan hiu di Australia bisa mencerminkan sebuah permainan angka sederhana – yakni semakin banyaknya manusia yang lebih sering bermain di pantai.

Seorang peselancar Jepang berusia 41-tahun meninggal dunia di wilayah Ballina, negara bagian New South Wales, pada hari Senin (9/1). Ini adalah kematian kelima akibat serangan hiu di Australia dalam 12 bulan terakhir, 2 di antaranya terjadi di NSW.

Dr Daniel Bucher, dosen senior bidang biologi kelautan dan perikanan di Southern Cross University, mengatakan, tren menunjukkan adanya penurunan jumlah hiu secara keseluruhan.

“Pada tahun 1990, jumlah populasi sebesar 17 juta , sekarang ada sekitar 23 juta. Jadi, secara umum, ada lebih banyak manusia, dan makin banyak pula yang bermain di dalam air,” jelasnya.Perairan yang hangat di sepanjang pantai utara New South Wales dituding sebagai biang keladi atas munculnya aktivitas hiu di area tersebut, belakangan ini.

Meski demikian, Daniel mengatakan, sulit untuk memprediksi jika pola air hangat terus berlanjut karena perubahan angin, curah hujan dan arus laut yang konstan.

“Karena itu tergantung variabelnya, dan ada begitu banyak faktor lokal yang bermain sehingga akan sulit untuk memprediksi apa tren jangka panjang yang memmbuat pantai timur (menjadi) lebih hangat,” katanya.

“Ini mungkin berarti bahwa kami melihat spesies tropis lebih sering,” tambahnya.

Daniel juga memperingatkan bahwa masyarakat harus berhati-hati akan asumsi jumlah hiu tanpa adanya data.

“Beberapa tahun yang lalu ada headline yang menyebut, helikopter dari Sydney telah melihat lebih banyak hiu pada tahun ini dibanding tahun lalu,” terangnya.

Ia lantas menyambung, “Di bagian bawah (dari berita itu), mereka mengutip jam terbang helikopter, ternyata jam terbangnya lebih panjang di tahun kedua. Jika Anda membagi jumlah hiu dengan jumlah jam terbang helicopter, maka akan benar-benar terlihat kurangnya jumlah hiu per jam waktu terbang.”Colin Simpfendorfer, seorang ilmuwan hiu di James Cook University Queensland, mengatakan, salah satu masalah dalam menyelidiki penyebab serangan hiu adalah kurangnya data tentang populasi hiu lokal.

“Kami tak mengumpulkan banyak data tentang populasi hiu di negeri ini. Sebagian besar terkait hiu yang tertangkap untuk dikonsumsi,” katanya kepada ABC.

“Laut adalah tempat yang sulit untuk dipelajari, terutama untuk mempelajari hewan-hewan ini karena mereka berada di puncak rantai makanan laut, secara alamiah, mereka tergolong hewan yang cukup langka. Menghitung mereka benar-benar pekerjaan yang sulit,” terangnya

Profesor Colin mengatakan, hal itu juga menyulitkan untuk menilai program ‘tangkap dan bunuh &rsquo di Australia Barat yang kontroversial.

“Itulah yang membuat debat publik tentang hal ini sangatlah sulit, karena Anda tak memiliki konteks untuk mengevaluasi proses pengambilan keputusan,” sebutnya.

Profesor Colin menuturkan, seperempat dari spesies hiu di seluruh dunia menghadapi ancaman kepunahan, sebagian besar akibat penangkapan ikan berlebihan.

“Tingkat reproduksi mereka kecil, sehingga ketika anda mengambil salah satunya dari populasi, jumlah mereka akan menurun. Secara global kita memiliki masalah yang sangat serius dengan banyaknya spesies hiu,” utaranya.

detikNews|ABC Australia