JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Hujan Sebentar, Krendowahono dan Dayu Terendam Banjir

Hujan Sebentar, Krendowahono dan Dayu Terendam Banjir

274
BAGIKAN

080113-klt-ANG sawah kebanjiranKARANGANYAR – Sebanyak dua desa di Kecamatan Gondangrejo, yakni Desa Dayu dan Krendowahono terendam banjir Sabtu (31/1/2015) petang. Peristiwa tersebut dipicu akibat hujan deras yang membuat aliran Sungai Cemoro meluap, hingga kemudian merendam pemukiman warga hingga 1 meter.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, banjir merendam 16 rumah di Desa Dayu meliputi Dusun Tanjung dan Gayaman. Sementara, di Desa Krendowahono banjir merendam 6 rumah, 1 masjid dan 2 hektare lahan pertanian di Dusun Dukuh, serta sawah di Dusun Sangiran. Camat Gondangrejo, Bambang Tri Hastaryo mengatakan, luapan air banjir mulai menggenangi pemukiman warga sekitar pukul 17.00.

“Berdasarkan informasi warga, peristiwa tersebut terjadi sebelum Maghrib. Banjir tak terlalu besar, namun merendam sejumlah rumah warga dari ketinggian setengah meter hingga satu meter,” ungkap Bambang, saat ditemui Minggu (1/2/2015)

Beruntung, ketinggian air tak semakin bertambah. Sekitar pukul 21.30, genangan air menyusut. Warga yang rumahnya tergenang banjir kemudian dievakuasi ke sejumlah rumah warga yang berada di lokasi lebih tinggi. Tak ada korban jiwa akibat peristiwa tersebut.

“Surutnya cukup cepat. Setelah air meluap pun tak lagi turun hujan, sehingga juga memudahkan evakuasi,” ujar Bambang.

Untuk memastikan kondisi kesehatan warga tetap terjamin, para kepala dusun setempat diminta untuk melakukan pemantauan. Pasalnya, imbuh Bambang, persebaran penyakit macam penyakit kulit hingga diare tergolong cukup cepat pasca terjadi banjir.

“Kita sudah kontak tim kesehatan, dan para kepala dusun kita minta untuk pantau kesehatan warga,” imbuhnya.

Meski kondisi kini cukup aman, namun demikian Bambang masih mewaspadai kawasan lain macam Desa Kragan. Desa yang letaknya bersebelahan dengan aliran Bengawan Solo tersebut tergolong cukup rawan banjir.

“Selama ini Kragan kerap menjadi langganan banjir. Kita akan pantau terus, namun sejauh ini belum terjadi luapan air,” jelasnya.

Sementara itu, Tardiyanto (40) warga RT 3 RW 4 Dusun Tanjung, Desa Dayu mengatakan luapan air menggenang cukup cepat. Namun demikian, ia masih sempat mengamankan sejumlah barang berharga miliknya.

“Disini hanya menggenang, sedangkan di dusun lain katanya luapan air cukup kencang. Sebelum surut barang-barang berharga hingga hewan ternak sudah diungsikan. Untuk sementara barang-barang saya titipkan ke tempat tetangga yang lebih aman,” tuturnya.

Putradi Pamungkas.