JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Hujan Senin Malam Sebabkan Permukiman di Sangkrah dan Gandekan Tergenang

Hujan Senin Malam Sebabkan Permukiman di Sangkrah dan Gandekan Tergenang

334
BAGIKAN
Debit air sungai meluap di pintu air Demangan Solo, Selasa 10/02/2015) setelah hujan mengguyur Kota Solo dan sekitarnya_Foto_Maksum N F
Debit air sungai meluap di pintu air Demangan Solo, Selasa 10/02/2015) pagi setelah hujan mengguyur Kota Solo dan sekitarnya | Foto: Joglosemar/Maksum N F

SOLO -Hujan deras yang mengguyur kawasan Kota Solo, Senin (9/2/2015) membuat sejumlah rumah warga terndam banjir. Wilayah yang terendam banjir di antaranya kawasan Sangkrah, Kedunglumbur Kecamatan Pasarkliwon dan Gandekan, Jebres.

Menurut penuturan warga Tegalkonas RT 1 RW VII, Kedunglumbu, Sadikem (57) air mulai masuk kerumah warga saat subuh. Ketinggian, air terus naik sampai menyentuh betis orang dewasa atau sekitar 50 sentimeter.

Air yang masuk ke permukiman warga itu berasal dari luapan sungai anak sungai yang mengalir ke Sungai Bengawan Solo. Karena, sungai tidak mampu menampung debit air membuat air justru meluap kepemukiman warga yang berada disekitar sungai.

“Ini airnya dari anak sungai, karena sudah tidak bisa menampung lagi, malah balik ke pemukiman warga. Air mulai masuk pemukiman sejak subuh, dan ketinggian terus naik sampai betis,” terangnya kepada Joglosemar, Selasa (10/2/2015).

Selain rumah Sadikem, rumah warga lainnya yakni Yono (49) juga ikut terkena banjir. Yono yang tinggal di RT 3 RW III, Kedunglumbu mengatakan, ketinggian air memang cepat meningkat. Tetapi, turunnya air banjir juga cepat, karena ketika sungai sudah tidak meluap air langsung mengalir normal kembali.

“Kalau disini air naiknya cepat, tetapi setelah sungai bisa mengalir normal banjirnya juga cepat reda,” terangnya.

Selain dikawasan Kedunglumbu, banjir juga merendam kawasan Yosodipuro, Sangkrah dan Taman Cerdas, Gandekan. Penjaga pintu air Gandekan, Suharyanto mengatakan, air sungai Demangan sempat naik sampai bibir talut. Peningkatan ini terjadi karena adanya kiriman air dari hulu yakni kawasan Klaten. Tetapi, air tidak sempat menggenangi perumahan warga karena mesin pompa langsung dihidupkan begitu air mulai meninggi.

Ari Purnomo