JOGLOSEMAR.CO Berita Utama HUT ke-15 Pasoepati : Dirayakan Sederhana Namun Tetap Meriah

HUT ke-15 Pasoepati : Dirayakan Sederhana Namun Tetap Meriah

298
BAGIKAN
Bunda Pasoepati, Kris P saat memberikan potongan tumpeng pada pelatih Persis Solo, Aris Budi Sulistyo pada perayaan HUT ke-15 Pasoepati di Stadion Sriwedari Solo, Senin (9/2/2015) sore. Foto : Maksum NF
Bunda Pasoepati, Kris Pujianti saat memberikan potongan tumpeng pada pelatih Persis Solo, Aris Budi Sulistyo pada perayaan HUT ke-15 Pasoepati di Stadion Sriwedari Solo, Senin (9/2/2015) sore. Foto : Maksum NF

SOLO – Ribuan Pasoepati memadati Stadion Sriwedari Solo untuk merayakan hari ulang tahun ke-15 Pasoepati yang jatuh pada Senin (9/2/2015).

Meski hanya menggelar acara potong tumpeng dan kue ulang tahun, nyanyian dari para anggota membuat suasana menjadi meriah. Tampak hadir pula para pendiri Pasoepati yang dulu jadi tonggak pertama berdirinya suporter asal Solo.

Iring-iringan ribuan Pasoepati yang membawa bendera besar sempat memerahkan jalan di Kota Solo. Mengawali dengan berkumpul di pintu selatan Komplek Stadion Manahan Solo, para anggota menyusuri Jalan Adi Sucipto Manahan kemudian ke arah barat menuju Jalan Ahmad Yani, menembus Jalan Slamet Riyadi.

Setibanya di Stadion Sriwedari, acara kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, yel-yel dukungan ke Persis Solo dan tradisi potong tumpeng. Pelatih baru Persis Solo, Aris Budi Sulistyo menjadi penerima potongan tumpeng pertama yang kemudian diikuti pemain senior Ferry Anto Eko Saputro

Dalam sambutannya, salah satu pendiri Pasoepati, Suwarmin mengaku senang dengan perkembangan Pasoepati. Dari berkumpulnya belasan orang di rumah Mayor Haristanto pada 9 Februari 2000, kini Pasoepati menjadi salah satu suporter besar di Indonesia. Bahkan anggotanya tersebar di beberapa negara seperti Korea Selatan, Jepang, Malaysia, Vietnam dan Singapura.

“Saya sangat bangga kelompok suporter Pasoepati sekarang punya anggota yang banyak. Dulu saat pertama kumpul dan kemudian berdirilah suporter Pasoepati, belum ada bayangan Pasoepati bisa sebesar ini,” terang Suwarmin dalam sambutannya.

Perayaan kali ini memang sengaja dibuat lebih sederhana. Bila tahun lalu perayaan menghadirkan deretan pemusik di Lapangan Kotta Barat, kali ini Pasoepati hanya ingin merayakan sembari menyaksikan calon pemain Persis Solo berlatih.

Wakil Presiden Pasoepati Ginda Ferachtriawan mengatakan pihaknya sedang fokus untuk memulai revolusi sebagai suporter profesional. Mulai dari membangun sekretariat di Komplek Stadion Manahan Solo serta membuat Pasoepati berbadan hukum.

“Rencana untuk membuat Pasoepati berbadan hukum sudah ada. Tapi kami masih bingung dengan badan hukum yang seperti apa. Saat ini sedang car informasi ke teman-teman suporter lain yang sudah membentuk badan hukum. Semoga gerak ke arah profesional ini segera tercapai,” tutur Ginda.

Nofik Lukman Hakim