JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Indonesia Kekurangan 45.000 Tenaga Ahli Pengelasan

Indonesia Kekurangan 45.000 Tenaga Ahli Pengelasan

199
BAGIKAN
Ilustrasi: anneahira.com
Ilustrasi: anneahira.com

JAKARTA – Indonesia membutuhkan 45.000 tenaga ahli pengelasan di berbagai spesifikasi aktivitas pengelasan untuk memenuhi kebutuhan pembangunan di beberapa sektor industri, misalnya industri minyak dan gas, otomotif dan perbengkelan, termasuk pembangunan infrastruktur.

“Total tenaga pengelasan di Indonesia saat ini 15.000 orang. Karena pemerintah ingin bangun kawasan industri yang perlu pengelasan semua, mungkin kebutuhannya jadi tiga kali lipat dari 15.000,” kata Ketua Umum Ikatan Teknik Pengelasan Indonesia (ITPI) Manara Lodewijk saat dihubungi di Jakarta, Selasa (10/2/2015).

Manara mengatakan, dari 15.000 tenaga ahli pengelasan Indonesia, sebagian di antaranya memilih bekerja di luar negeri, sehingga industri di dalam negeri kekurangan tenaga ahli pengelasan. Adanya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), kata Manara, membuat persaingan profesi semakin ketat, sehingga jika tidak diisi oleh tenaga ahli dari dalam negeri, maka dikhawatirkan akan diisi tenaga dari luar negeri.

“Sekarang persaingan cukup ketat antara profesi ini. Nah, kami sebagai welding engineering membantu agar welder meningkatkan profesinya dengan memberikan pelatihan-pelatihan pengelasan di bidang industri. Karena semakin tua, profesi ini semakin matang,” kata Manara.

Saat menemui Menteri Perindustrian Saleh Husin beberapa waktu lalu, ITPI meminta agar pemerintah turut memberikan dukungan guna meningkatkan daya saing para tenaga ahli profesi pengelasan. “Kami usulkan untuk melatih, pemerintah yang memberikan alat, memberikan sarana dan prasarana, sehingga pelatihan tidak hanya dilakukan pada Balai Latihan Kerja (BLK),” kata Manara.

Sella Panduarsa Gareta | Antara