JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Ini Dia Bahaya di Balik Manisnya Gula

Ini Dia Bahaya di Balik Manisnya Gula

217
BAGIKAN

Ilustrasi

MAKANAN manis memang menggiurkan. Tak sedikit orang yang kecanduan untuk makan manis. Tetapi di balik manisnya gula itu ternyata terkandung bahaya yang tidak boleh dianggap remeh.

Nutrisionis Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat (BBKPM) Surakarta, Retno Desi Ariyani SGz menjelaskan gula bisa menyebabkan inflamasi dalam skala sel, yang berdampak luka berkelanjutan dan mempengaruhi fungsi sel tersebut.

“Kita tentunya tidak bisa melihat atau merasakan kerusakan sel ini. Kita pun tidak melakukan apa-apa dan kerusakan sel ini pun berlanjut terus. Sampai akhirnya tubuh kita bisa merasakan akumulasi dari kerusakan sel, inflamasi sel ini bisa mengakibatkan lusinan penyakit serius yang berbeda,” urai Desi kepada Joglosemar.

Desi menyebutkan setidaknya ada gangguan kesehatan yang mengintai jika mengonsumsi makanan manis berlebih. Gangguan itu di antaranya jantung. Retno mengatakan, sesuai studi dalam Journal of American Heart Association tahun 2013 menemukan bukti kuat tentang mekanisme gula merusak jantung. “Studi menyatakan, molekul pada gula yang disebut glukosa 6-fosfat menyebabkan perubahan otot jantung yang berujung pada gagal jantung,“ ujar Desi.

Gangguan kedua akibat makanan manis, lanjutnya, membentuk lemak perut dan diabetes. Prevalensi obesitas meningkat beberapa tahun terakhir. Salah satu penyebabnya yaitu tingginya konsumsi minuman manis. “Sebuah studi menemukan, konsumsi fruktosa (salah satu jenis gula) berlebih menyebabkan bertambahnya lemak perut yang meningkatkan risiko diabetes, “ tuturnya.

Dijelaskan Desi, makanan manis juga memicu obesitias. Menurutnya konsumsi fruktosa berlebihan berhubungan dengan peningkatan risiko kondisi resistensi leptin. Leptin merupakan hormon yang memberi tahu otak jika perut sudah kenyang. Jika tubuh mengalami resistensi leptin, maka otak tidak akan merasa terpuaskan meski tubuh sebenarnya sudah kenyang.

“Akibatnya, kita tidak bisa menghentikan keinginan untuk makan. Dalam jangka panjang, hal ini tentu menyebabkan obesitas. Hal tersebut terjadi perlahan, sehingga orang sering kali tidak sadar sudah mengalaminya,” terang Desi, “ jelasnya.

Gangguan kesehatan keempat yaitu gula memberi makan sel kanker. Setiap manusia berisiko terkena kanker karena memiliki sel kanker di dalam tubuhnya. Meskipun begitu, tubuh memiliki mekanisme sendiri untuk mematikan sel kanker sehingga sel tersebut tidak lantas berkembang menjadi kanker yang mematikan.

“Sayangnya, konsumsi gula berlebihan akan merusak mekanisme tersebut. Ditambah lagi, studi baru-baru ini mengungkap, gula merupakan nutrisi yang baik bagi sel kanker untuk berkembang, “ ungkapnya. Mengonsumsi gula berlebih, lanjut Desi, juga bisa menurunkan kerja otak. Gula diketahui dapat mempercepat proses penuaan sel, begitu pula sel-sel otak.

Dwi Hastuti