JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Ini Dia Buah-Buahan yang Bagus untuk Ibu Hamil

Ini Dia Buah-Buahan yang Bagus untuk Ibu Hamil

332
BAGIKAN

Ilustrasi |  Joglosemar/Kurniawan Arie Wibowo
Ilustrasi | Joglosemar/Kurniawan Arie Wibowo

SELAMA masa kehamilan, seorang wanita dituntut untuk lebih selektif dalam memilih makanan. Karena apa yang dimakan oleh sang calon ibu akan berpengaruh terhadap kondisi kesehatan janin dalam kandungan. Ibu hamil juga perlu untuk memilah buah-buahan.

Ahli Gizi Rumah Sakit (RS) PKU Muhammadiyah Surakarta, Ratna Wardatun SGz mengatakan, terdapat beberapa buah yang sangat bagus dikonsumsi ibu hamil, antara lain alpukat. Alpukat ini salah satu yang kaya akan asam folat. “Wanita membutuhkan lebih banyak asam folat selama kehamilan,” terang Ratna.

Buah mangga, lanjutnya, juga bagus untuk gizi ibu hamil. Mangga dapat membantu memperlancar pencernaan dan mengandung vitamin A dan C yang sehat bagi ibu hamil. Buah anggur juga bagus untuk kesehatan ibu hamil.

“Banyak wanita berpikir anggur tidak aman dikonsumsi selama kehamilan. Anggur kaya akan vitamin A yang menstabilkan tingkat metabolisme. Anggur juga mengandung folat, kalium, fosfor, magnesium dan natrium yang baik untuk kehamilan,“ ungkapnya.

Diungkapkannya, jeruk lemon juga bisa menjadi pilihan. Lemon sering dimanfaatkan oleh wanita untuk membantu pencernaan, meredakan mual dan morning sickness selama kehamilan serta membersihkan tubuh dan menghilangkan racun. ”Buah pisang juga bagus untuk mengatasi sembelit, “ ucapnya.

Buah berries juga merupakan jenis yang bagus untuk kesehatan ibu hami. Buah dalam kelompok berries ini kaya akan antioksidan yang dianggap sebagai makanan super. Sertakan buah ini dalam diet harian selama kehamilan. Buah apel untuk pemenuhan vitamin dan nutrisi. Apel merah mengandung antioksidan yang disebut quercetin yang mampu meningkatkan kekebalan tubuh.

“Sebenarnya semua jenis buah-buahan aman dikonsumsi saat hamil. Namun, buah-buahan seperti pepaya dan nanas sebaiknya dihindari karena bisa berbahaya jika dikonsumsi secara berlebihan,” pungkas Ratna.

Dwi Hastuti