JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Ini Dia Hikmah di Balik Gagalnya Kunjungan Jokowi ke Tawangsari

Ini Dia Hikmah di Balik Gagalnya Kunjungan Jokowi ke Tawangsari

590
BAGIKAN
Joko Widodo | Foto: Maksum Nur Fauzan
Joko Widodo | Foto: Maksum Nur Fauzan

SUKOHARJO – Meski kunjungan kerja Presiden Jokowi di Desa Majasto, Kecamatan Tawangsari batal, setidaknya masyarakat setempat masih menuai hikmahnya. Sebagai obat kecewa, Desa Majasto berharap Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam agenda panen raya musim depan.

Kepala Desa Majasto, Rudi Hartono mengungkapkan, masyarakat memang kecewa dengan pembatalan mendadak agenda panen raya dan penyerahan bantuan alat pertanian orang nomer wahid itu.

Meski demikian, masih ada sisa-sisa persiapan yang masih dapat dinikamati masyarakat. Seperti perbaikan akses jalan desa, perbaikan saluran irigasi. Selain itu lokasi penyerahan bantuan alat pertanian untuk petani se-Jawa Tengah yang terdiri dari 831 unit traktor dan 146 unit ompa air juga tersentuh perbaikan. Seperti bantuan perluasan jalan usaha tani berupa urug jalan tengah sawah senilai sekitar Rp 100 juta.

“Untuk bantuan perbaikan saluran irigasi senilai Rp 200 juta. Termin ke dua nanti senilai Rp 406 juta,” kata Rudi Harono, Minggu (1/2/2015).

Untuk obat kekecewaan, pihaknya berharap, penyaluran bantuan pertanian untuk wilayah Majasto menjadi prioritas dan realisasi perbaikan saluran irigasi termin kedua itu bukan hanya sekedar omongan saja. Termasuk bantuan traktor yang diserahakan di Presiden Jokowi di persawahan Kelurahan Sonorejo, Kecamatan Sukoharjo dan Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol, akhir pekan lalu.

“Karena menjadi lokasi pertama yang ditunjuk untuk kegiatan presiden, waliyah kami jadi sering dikunjungi pejabat tinggi. Seperti Menteri Pertanian, Dirjen Pertanian, Gubernur Jawa Tengah,” katanya.

Saat masa panen musim depan nanti, harap Rudi Hartono, pihaknya berharap ada agenda panen raya. Menurutnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sudah menyatakan bersedia hadir untuk mengagendakan panen raya musim depan. “Kalau tidak pak presiden ya, pak menteri atau pak gubernur. Pak Menteri kemarin juga bilang sanggup,” katanya.

Rudi juga berharap Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya bisa hadir ditengah-tengah masyarakat Desa Majasto untuk menenangkan warga atas batalnya agenda akbar presiden di Desa Majasato. Pihaknya sendiri sudah mengumpulkan selurh RT dan RW dan memberi penjelasan batalnya agenda tersebut.

“Saya sudah minta Pak Bupati untuk memberi penjelasan langsung ke masyarakat. Kalau hanya saya dan pak camat kurang mengena,” tuturnya.

Menanggapi hal itu, Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya akan mengagendakan bertemu dengan masyarakat Desa Majasto. Menurutnya, masyaraka Desa Majasto harus mempunyai jiwa besar dengan kenyataan tersebut. “Setelah kegiatan ini (Kunjungan Presiden di Persawahan Desa Parangjoro), boleh lah saya kesana,” katanya.

Sofarudin