JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Ini Dia Pernyataan Kontroversi Antara Hakim Sarpin dengan Kabareskrim

Ini Dia Pernyataan Kontroversi Antara Hakim Sarpin dengan Kabareskrim

297
BAGIKAN
ilustrasi
ilustrasi

JAKARTA– Konflik KPK dan Polri yang sudah terjadi selama beberapa pekan berimbas ke banyak hal, salah satunya mengenai munculnya definisi baru mengenai penegak hukum di tubuh Polri. Menarik disimak dua pengertian yang diberikan Hakim Sarpin Rizaldi dan Kabareskrim Komjen Budi Gunawan.

Hakim Sarpin adalah yang mengadili gugatan praperadilan yang diajukan Komjen Budi Gunawan. Sarpin mengabulkan gugatan Budi, yang mana putusan itu membatalkan status Budi sebagai tersangka kasus rekening gendut.

Dalam salah satu pertimbangannya, Sarpin menyatakan Budi Gunawan yang pada 2004-2006 menjabat sebagai Kabiro Binkar, bukan merupakan penyelenggara negara ataupun penegak hukum. Dua kategori itu, merupakan syarat seseorang bisa dijerat oleh KPK sesuai dengan UU 30 Tahun 2002.

Bagi hakim Sarpin tidak semua polisi itu penegak hukum. Harus dibedakan dulu, polisi itu bertugas di bagian administrasi dan personalia atau bidang penegakan hukum. UU No. 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi, ungkapnya dalam pertimbangan, tak memberi penjelasan penegak hukum dan siapa saja yang termasuk di dalamnya. Dengan merujuk pada surat keputusan Kapolri, hakim menyebut penegak hukum adalah polisi yang bertugas di bagian penyelidikan dan penyidikan.

Sembilan hari setelah Sarpin membacakan putusannya, Kabareskrim Komjen Budi Waseso juga angkat bicara mengenai definisi penegak hukum. Pria yang dikenal sangat dekat dengan Budi Gunawan ini berkomentar terkait Kombes Viktor Simanjuntak, yang ikut menangkap Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto pada 23 Januari lalu.

Keberadaan Kombes Viktor dipersoalkan Ombdusman lantaran dia tidak memiliki kewenangan penyidikan dan bukan anggota satgas yang menangani kasus Bambang Widjojanto. Sebagai perwira yang berada di Lembaga Pendidikan Kepolisian, Viktor sehari-harinya tidak melakukan penyelidikan atau penyidikan.

Namun berbeda dengan Sarpin, Budi Waseso menyebut seluruh perwira polisi adalah penyidik. ” Polisi itu mau dimana saja kalau perwira itu penyidik, ada di undang-undangnya,” kata Komjen Buwas di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (25/2/2015).

Namun, tidak dijelaskan maksud perwira tersebut. Apakah perwira pertama (Pama), perwira menengah (Pamen), atau perwira tinggi (Pati).

Komjen Budi mengakui bahwa penanganan kasus yang menjerat BW ditangani oleh tim khusus yang ditunjuknya. Salah satunya adalah Kombes Viktor. Dirinnya tidak menampik anggapan sebagian orang yang mempertanyakan keberadaan Viktor di penangkapan BW.

“Kalau Tim Khusus itu bisa mengambil dari mana saja, yang penting dia penyidik. Ada Skep penyidiknya, ada surat perintah penyidiknya, surat perintah tugasnya, itu yang penting,” kata Buwas.

detikNews|Fajar Pratama