JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Ini Dia Statemen Politik Menteri Tedjo yang Undang Kontroversi

Ini Dia Statemen Politik Menteri Tedjo yang Undang Kontroversi

246
BAGIKAN
Laksamana (Purn) Tedjo Edhy Purdijatno  | ANTARA FOTO/Andika Wahyu
Laksamana (Purn) Tedjo Edhy Purdijatno | ANTARA FOTO/Andika Wahyu

JAKARTA– Menkopolhukam Tedjo Edhy pernah mendapatkan sorotan tajam lantaran kata-kata yang dia lontarkan mengenai KPK dan para tokoh yang mendukung lembaga antikorupsi itu. Setidaknya ada tiga kalimat statement Tedjo tentang KPK yang telah atau dapat mengundang pro kontra.

Sebagai Menteri Koordinator yang membidangi hukum, Tedjo beberapa kali memberikan pernyataan mengenai konflik KPK dengan Polri. Seperti diketahui, KPK mendapatkan sejumlah serangan setelah menetapkan Komjen Budi Gunawan, calon Kapolri, sebagai tersangka rekening gendut pada 13 Januari silam.

Tedjo memang juga sering mengomentari mengenai keberadaan Polri. Namun komentar-komentarnya mengenai KPK lah yang membuat dia ramai diperbincangkan, termasuk di media sosial.

Berikut pernyataan Tedjo mengenai KPK dan pendukungnya:Statemen yang ini berawal dari komisioner KPK yang mengajak rakyat untuk terus menjaga lembaga itu dari upaya krimininalisasi. Menko Tedjo Edhy pun menyindir ajakan KPK sebagai bentuk kekanak-kanakan.

“Jangan membakar massa, mengajak rakyat, membakar rakyat. Ayo kita ini, tidak boleh seperti itu, itu suatu sikap pernyataan yang kekanak kanakan. Berdiri sendiri, kuat dia. Konstitusi yang akan dukung, bukan dukungan rakyat yang nggak jelas itu,” sindir Tedjo keras di Istana Kepresidenan, Sabtu (24/1/2015).Pernyataan Tedjo yang ini dilontarkan berbarengan dengan statement ‘bakar rakyat’. Dia menyebut para tokoh pendukung KPK sebagai rakyat yang tidak jelas.

“Berdiri sendiri, kuat dia. Konstitusi yang akan dukung, bukan dukungan rakyat yang nggak jelas itu,” sindir Tedjo keras di Istana Kepresidenan, Sabtu (24/1/2015).

Tedjo mengaku kecewa dengan sikap para pimpinan KPK. Dia menilai para pimpinan KPK tidak berusaha untuk menenangkan situasi.

“Harus menjernihkan suasana, tetapi kelihatannya tidak ditaati sehinga semalam masih ada pergerakan-pergerakan dari KPK, sebenarnya tidak boleh ada pergerakan massa,” lanjut Tedjo.

antas pada Jumat (6/2) kemarin, Menko Tedjo kembali melontarkan pernyataan mengenai KPK, kali ini terkait pegawainya. Dia menjawab pertanyaan wartawan mengenai adanya wacana sebagian pegawai KPK yang akan mengembalikan mandat jika lembaga antikorupsi itu benar-benar lumpuh karena seluruh pemimpinnya menjadi tersangka.

“Mogok? Ndak-lah kayak buruh saja. Nggak, nggak, nggak,” ujar Tedjo di Kantornya, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (6/2/2015).

Saat ini memang baru Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto saja yang ditersangkakan oleh Bareskrim Polri. Akan tetapi sudah ada dua sprindik lagi yang ditujukan ke Ketua KPK Abraham Samad dan Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja.

Praktis hampir seluruh pimpinan KPK nantinya akan menjadi tersangka. Tetapi Johan Budi berkata bahwa KPK akan berupaya maksimal agar tak jadi korban kriminalisasi sebelum benar-benar mogok. “Ndak-lah. Itu terserah mereka lah apa maksudnya mereka saja. Tapi nggak sampai sejauh itu (mogok) lah,” kata Tedjo.

detikNews|Fajar Pratama