JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Ini Kandungan Bahaya yang Tersembunyi dalam Rokok

Ini Kandungan Bahaya yang Tersembunyi dalam Rokok

273
BAGIKAN
Ilustrasi
Ilustrasi

DOKTER Spesialis Paru Rumah Sakit (RS) Kasih Ibu Surakarta, Dr Novita Tjahyaningsih SpP mengatakan, rokok menjadi faktor utama pencetus terjadinya Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) atau Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD).  Pasalnya didalam rokok mengandung bahan kimia yang berbahaya.

“Bahan kimia yang terkandung di dalam rokok tersebut di antaranya nikotin. Nikotin ini merupakan kandungan yang menyebabkan perokok bisa merasa rileks. Kemudian tar, yaitu terdiri dari 4.000 lebih bahan kimia yang mana 60 bahan kimia di antaranya bersifat karsinogenik yang bisa menyebabkan penyakit kanker, “ ujarnya kepada Joglosemar.

Selain nikotin, rokok juga mengandung sianida yaitu senyawa kimia yang mengandung kelompok cyano. Kemudian benzene yang juga dikenal sebagai bensol yaitu senyawa kimia organik yang mudah terbakar dan tidak berwarna.

“Rokok juga mengandung cadmium yaitu sebuah logam yang sangat beracun dan radioaktif. Kemudian didalam rokok juga terkandung methanol yaitu alkohol yang paling sederhana yang juga dikenal sebagai metil alkohol.

Asetilena yang merupakan senyawa kimia tak jenuh sekaligus merupakan hidrokarbon alkuna yang paling sederhana terkandung dalam rokok. Kemudian amonia yang dapat ditemukan dimana-mana tetapi sangat beracun ketika berkombinasi dengan unsur-unsur tertentu.

Di dalam rokok juga terdapat formaldehida yaitu cairan yang sangat beracun yang digunakan untuk mengawetkan mayat. Hidrogen sianida yaitu racun yang digunakan sebagai fumigan untuk membunuh serangga menjadi bagian dalam kandungan rokok. Bahan kimia ini juga digunakan sebagai zat pembuat plastik dan pestisida.

“Rokok juga mengandung arsenik yaitu bahan yang terdapat dalam racun tikus.Jadi bahan kimia berbahaya yang terdapat di dalam rokok itu sangat banyak dan semua itu sangat berbahaya. Namun yang biasa dicantumkan di bungkus rokok hanya nikotin dan tar saja,” terang Novita.

Selain menjauhi rokok, untuk mencegah terkena PPOK ini bisa juga dengan selalu mengenakan masker ketika berkendara sepeda motor supaya tidak terpapar polusi udara. Ia menganjurkan bagi yang tinggal di kota industri, maka juga perlu berhati-hati terhadap kondisi lingkungan.

Dwi Hastuti