JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Ini yang Harus Dimiliki KPK Jika Ingin Komjen Budi Gunawan Tersangka Lagi

Ini yang Harus Dimiliki KPK Jika Ingin Komjen Budi Gunawan Tersangka Lagi

246
BAGIKAN

 

Komjen Budi Gunawan | lensaindonesia.com
Komjen Budi Gunawan | lensaindonesia.com

JOGJA  – Komisi Pemberantasan Korupsi bisa menetapkan kembali Budi Gunawan sebagai tersangka dengan penambahan alat bukti baru, kata pakar hukum Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Trisno Raharjo.

“Hal itu bisa dilakukan, meskipun pengadilan mengabulkan permohonan BG, dan menyatakan tidak sah penetapan tersangka terhadap BG,” katanya di Yogyakarta, Selasa (17/2/2015).

Ia mengatakan hakim menyatakan tidak sah surat perintah penyidikan (sprindik), yang berarti sprindik itu tidak lagi berlaku terhadap status tersangka BG.

Namun, dengan tidak jadinya tersangka bukan berarti tidak mungkin BG menjadi tersangka kembali. Ada peluang BG kembali menjadi tersangka jika kemudian bukti itu disusun kembali oleh KPK, dan mengarah kepada kasus BG.

Menurut dia, hilangnya penetapan tersangka dari sidang praperadilan tidak berarti jika suatu waktu BG tidak bisa menjadi tersangka kembali.

“Potensi kembali menjadi tersangka itu ada jika KPK menambah dengan alat bukti lain untuk mendukung alat bukti yang telah dilemahkan di pengadilan,” katanya.

Ia mengatakan status tersangka BG kekuatan hukumnya hanya sprindik yang dikeluarkan KPK. Jika KPK mempunyai keyakinan bahwa bukti-bukti lain itu ada, dan lebih banyak dan kemudian bisa diolah ulang, maka kemungkinan tersangkanya bisa ditetapkan kembali.

“Namun, hal itu merupakan wewenang KPK. Apakah KPK akan menetapkan kembali BG atau tidak,” kata dosen Fakultas Hukum UMY ini.

Menurut dia, kalau Presiden akan melantik BG sebagai Kapolri, maka sepenuhnya hal itu merupakan pilihan Presiden.

“Apakah Presiden akan melihat peluang BG yang memungkinkan untuk menjadi tersangka kembali, atau Presiden tetap melantik BG tanpa menghiraukan peluang-peluang hukum yang mungkin muncul terhadap BG dengan statusnya sebagai Kapolri,” katanya.

Antara | Bambang Sutopo Hadi