JOGLOSEMAR.CO Berita Utama ISIS: Serangan Yordania Justru Tewaskan Sandera Asal Amerika Serikat

ISIS: Serangan Yordania Justru Tewaskan Sandera Asal Amerika Serikat

233
BAGIKAN
Ilustrasi: theguardian.com
Ilustrasi: theguardian.com

WASHINGTON– ISIS merilis sebuah pengakuan dan mengaku serangan yang dilakukan Yordania kepada kelompok itu malah menewaskan sandera asal Amerika Serikat, Kayla Mueller (26). Meski demikian, pihak Amerika sendiri belum mengkonfirmasi pengakuan kelompok militan tersebut.

Pejabat AS di Washington mengatakan mereka tidak bisa mengkonfirmasi bahwa Muller yang merupakan pekerja kemanusiaan asal Prescott, Arizona, telah terbunuh seperti pengakuan ISIS.

“Ameria Serikat sangat prihatin atas laporan tersebut namun tidak melihat adanya bukti yang menguatkan,” ujar Jubir Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih, Bernadette Meehan seperti dilansir dari Reuters, Sabtu (7/2/2015).

Pihak Yordania sendiri juga masih meragukan pengakuan kelompok militan ISIS mengenai Muller. Sang juru bicara pemerintah Yorania, Mohammad Momami, menyatakan itu bagian dari propaganda kriminal ISIS.

“Kami mencari tahu, tapi reaksi pertama kami adalah bahwa kami pikir itu tidak logis dan kami sangat skeptis tentang hal itu. Itu bagian dari propaganda kriminal mereka,” kata Momami menanggapi pengakuan ISIS mengenai klaim kematian Muller.

“Bagaimana mereka bisa mengidentifikasi pesawat perang Yordania dari jarak yang sangat jauh di langit? Apa yang wanita Amerika lakukan di gudang senjata?” tambahnya.

Melalui pesannya, ISIS mengatakan Muller tewas ketika bangunan tempatnya di tahan di luar Raqqa, kawasan yang dikuasai kubu mereka, runtuh saat Yordania menyerang pada Jumat (6/2). Kelompok militan itu juga merilis foto-foto apa yang disebutnya sebagau reruntuhan bangunan namun tidak ada foto yang memuat Mueller.

“Serangan udara yang terus menerus pada lokasi yang sama selama lebih dari satu jam,” tulis ISIS.

Mueller disandera saat tertangkap ketika meninggalkan sebuah Rumah Sakit di kota Suriah Utara Aleppo pada Agustus 2013 yang lalu. Wakil keluarga Mueller menyatakan tidak memiliki informasi mengenai klaim ISIS tersebut.

detikNews|Elza Astari Retaduari