JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Istana Merdeka Terendam Banjir, Ahok: Ada Sabotase

Istana Merdeka Terendam Banjir, Ahok: Ada Sabotase

297
BAGIKAN
Banjir IstanaBanjir merendam jalan di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (9/2). Banjir di puluhan titik ibukota yang disebabkan hujan berkepanjangan itu membuat sebagian besar aktivitas masyarakat terganggu. (ANTARA FOTO/Fanny Octavianus)
Banjir IstanaBanjir merendam jalan di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (9/2). Banjir di puluhan titik ibukota yang disebabkan hujan berkepanjangan itu membuat sebagian besar aktivitas masyarakat terganggu. (ANTARA FOTO/Fanny Octavianus)

JAKARTA– Pompa Air yang macet juga ikut menyumpang banjir di Ibu Kota hari ini. Gubernur Ahok mengakui ada sejumlah pompa yang rusak hingga tak bisa menyedot genangan yang muncul di Jakarta.

“Pompa kita nggak cukup, kapasitas nggak cukup. Bukan drainase (buruk), jadi pompanya nggak cukup termasuk kerendem tadi itu pompanya,” ujar Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

“Pompa kapasitas nggak cukup, terus pompanya ngambek ibaratnya sudah mampet. Dia (pompa) terus dari jam 08.00 WIB malam terlalu panas dia nggak kuat lagi. Itu yang menyebabkan pompa kurang langsung kerendam protokol,” lanjutnya.

Ahok meminta agar pompa-pompa bisa segera diperbaiki.” Diservis,” ucap Ahok.

Di kesempatan lain, Kepala Dinas Tata Air Pemprov DKI Agus Priyono mengatakan banjir di wilayah Gunung Sahari, Mangga Dua, Kali Sunter memang tak bisa dihindarkan. Menurutnya tidak ada pompa di sana dan air laut pasang membuat kawasan tersebut lumpuh.

“Kali Sunter juga meluap itu karena muara langsung ke laut, tak ada pompa di sana berdampak ke Cempaka Putih, makanya Jalan Yos Sudarso, Jalan Ahmad Yani tergenang,” jelas Agus.

Sementara untuk kawasan sekitar Istana yang ikut terendam banjir karena pompa Pluit sempat mati dan tak bisa dioperasikan. Sehingga air di Kali Abdul Muis meninggi dan meluap ke jalan di kawasan Medan Merdeka.

“Pompa Pluit sebenarnya sehat semua, namun karena PLN mematikan aliran listrik karena banjir jadi sempat tak bisa beroperasi, tapi sekarang sudah dinyalakan lagi. Kami sempat pakai genset, jadinya tidak optimal, makanya Istana tadi sempat terendam,” jelas Agus.Hujan mengguyur sejak semalam menimbulkan genangan di sejumlah titik Ibu Kota. Bahkan, genangan air juga sempat terlihat di kawasan Balai Kota dan Istana Merdeka, Jakarta Pusat dini hari tadi. Ahok curiga ada sabotase.

Ahok berkata, dirinya heran kenapa wilayah Istana Merdeka sempat tergenang air. Apalagi menurutnya koneksi CCTV yang terpasang di pintu air Masjid Istiqlal terputus.

“Tadi saya kebangun jam 02.00 WIB karena hujan langsung cek CCTV, ternyata CCTV Istiqlal mati. Saya curiga kerendam nih pasti Istana kerendam,” ujar Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (9/2/2015).

“Saya nggak tahu sabotase atau sengaja, saya nggak berani menduga. Tapi saya suudzon. Kamu hitung saja logika sekarang Pluit semua sauran begitu baik, Manggarai begitu rendah kita buka terus, Istiqlal kita buka mana mungkin banjir. Makanya saya begitu lihat CCTV Istiqlal connection lost, saya sudah curiga. Ada apa tiba-tiba. Istiqlal itu harus selalu rendah posisinya, kalau dia mulai tinggi buangnya ke sini, ke Tangki, ke Gajah Mada-Hayam Wuruk. Gajah Mada-Hayam Wuruk begitu rendah airnya, pasar ikan begitu baik pompanya kenapa nggak mau ke situ,” sambung Ahok.

Bagi Ahok, tidak ada alasan kawasan Monas, Istana Merdeka, Balai Kota, dan sekitarnya bisa terendam banjir. Menurutnya, kawasan Jakarta Pusat tidak mungkin digenangi air karena sudah dibenahi. Ahok pun tengah menunggu jawaban dari jajarannya soal permasalahan tersebut.

detikNews|Salmah Muslimah