JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Jaril Siap Ladeni Ahli Waris Sriwedari Hingga 7 Turunan

Jaril Siap Ladeni Ahli Waris Sriwedari Hingga 7 Turunan

405
BAGIKAN
gapura Sriwedari
gapura Sriwedari

SOLO – Sehubungan dengan diajukannya permohonan eksekusi pengosongan lahan Sriwedari oleh para ahli waris R.M.T Wiryodiningrat ke Pengadilan Negeri (PN) Surakarta, beberapa hari lalu, salah satu orang yang mengeklaim sebagai mantan kuasa hukum dari ahli Waris, yakni M.Jaril, nekat mengajukan surat keberatan ke PN Surakarta atas eksekusi tersebut.

“Saya terus terang keberatan dengan adanya pengajuan eksekusi pengosongan yang sebelumnya dilakukan oleh ahli waris, karena mereka (ahli waris) tidak punya hak atas pengosongan itu,” terang Jaril, saat bertemu dengan sejumlah wartawan Senin (16/2/2015).

Dikatakan Jaril, pengajuan eksekusi atas perkara perdata No. 3249 K/PDT/2012. Jo No 31/Pdt.G/2011/PN.Ska yang dilakukan oleh para ahli waris hanya akan membuat resah, dan ketidak nyamanan bagi sebagai masyarakat, yang peduli atas cagar budaya yang ada di lokasi Sriwedari.

Ia berharap, ahli waris tingal menerima pembayaran kekurangan dari dirinya yang sebelumnya telah menitipkan uang sebesar Rp 500 juta untuk penyelesaian sengketa lahan sriwedari. Dan berharap kepada Pemkot untuk tidak usah menanggapi dengan adanya desakan dari ahli waris. “Pemkot tidak usah berhubungan, karena masalah dengan ahli waris itu sudah menjadi urusan kami,” terang Jaril.

Lebih lanjut dikatakan Jaril, apabila ahli waris tidak mau menerima pembayaran dari dirinya. Maka Jaril tidak akan segan – segan mau menghadapi dan berperkara sampai tujuh turunan.

Sementara itu, diketahui sebelumnya, pihak dari Ahli Waris melalui pengacaranya yakni Anwar Rachman, mendesak kepada Pengadilan, untuk segera melakukan pengosongan eksekusi lahan tanah Sriwedari. Pengajuan dilakukan menyusul karena Mahkamah Agung menolak kasasi Pemkot Surakarta dalam perkara No:3249­K/PDT/2012 tanggal 5Desember 2013. Lantaran Pemkot tidak bersedia menyerahkan tanah tersebut secara baik­baik.

“Kami telah ajukan permohonan tersebut ke pengadilan dan berharap agar pihak pengadilan untuk segera melakukan proses eksekusi itu,” terang Anwar saat dihubungi Joglosemar, beberapa hari lalu.

Putusan Mahkamah Agung tersebut, menurut Anwar Rachman, telah mengukuhkan kepemilikan tanah Sriwedari dan memang milik syah ahli waris almarhum Wirjodiningrat. Kepemilikan tanah Sriwedari tersebut, dijelaskan pengacara asal Jawa timur itu, berdasarkan Akte Jual Beli No: 10 tanggal 13 Juli 1877 dan No:59 tanggal 5 Desember 1877, yang dibuat oleh Pieter Jacobus Notaris Surakarta.

Dan berkaitan dengan RVE Verponding No:295 a/n. (atasnama) Raden MasTumenggung Wirjodiningrat, yang mana oleh Pemerintah Hindia Belanda pada waktu itu dinyatakan bahwa tanah tersebut adalah sah milik Alm. RMT. Wirjodiningrat, yang meninggal dunia tanggal 30 Juli 1917. Sehingga secara hukum kepemilikan tanah dimaksud, beralih sepenuhnya kepada Ahli Warisnya RA Suharni dan kawan ­ kawan.

“Bukti kepemilikan tanah tersebut selanjutnya dikukuhkan Putusan PN Surakarta No:147/1970­ Perdata Jo putusan MA RI No:3000­K/Sip/1981 tanggal 17 Maret 1983 yang menyatakan, bukti kepemilikan tersebut sah menurut hukum. Dan karena bukti diterbitkan sebelum berlakunya UU Pokok Agraria , maka sesuai ketentuan Pasal 1 ayat 1 UU No:5/1960 tentang Agraria (LN No:104, 24 September 1960 ) dapat langsung diajukan menjadi Hak Milik,” jelas Anwar.

Rudi Hartono