JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Jawa Tengah Masih Berpotensi Banjir

    Jawa Tengah Masih Berpotensi Banjir

    280
    BAGIKAN

    Anak-anak bermain di sekitar Taman Cerdas Gandekan Solo yang tergenang air luapan Sungai Bengawan Solo_Foto_Maksum N FSEMARANG – Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Tengah Sarwa Pramana mengatakan ancaman bencana alam banjir dan tanah longsor masih berpotensi terjadi di provinsi ini dalam beberapa waktu mendatang.

    “Curah hujan tinggi bisa menyebabkan banjir dan tanah longsor sehingga kami mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana untuk segera pindah ke lokasi yang aman saat turun hujan deras selama beberapa jam,” katanya di Semarang, Jumat (13/2/2015).

    Menurut dia, imbauan tersebut juga sudah tertuang pada surat edaran Gubernur Jateng untuk seluruh pemerintah daerah di Jateng terkait dengan antisipasi jatuhnya korban jiwa saat terjadi suatu bencana alam.

    “Seluruh pemerintah daerah diinstruksikan untuk segera melakukan normalisasi drainase di semua sungai, namun saat ini banyak aliran sungai yang menjadi kewenangan Kementerian Pekerjaan Umum, sedangkan BBWS dan Dinas PSDA sudah berupaya maksimal,” ujarnya.

    Ia menjelaskan untuk mencegah terjadinya bencana alam, khususnya banjir, diperlukan komitmen dari pemerintah daerah dan seluruh lapisan masyarakat dengan tidak membuang sampah secara sembarangan.

    “Banjir terjadi karena berbagai faktor, di antaranya curah hujan tinggi dan drainase uang buruk akibat sampah serta pendangkalan,” katanya.

    Kepala Seksi Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Semarang Reni Kraningtyas yang dihubungi terpisah mengatakan musim hujan yang menjadi salah satu penyebab bencana alam banjir dan tanah longsor diperkirakan akan terjadi sampai April 2015.

    “Curah hujan tinggi masih bisa terjadi tapi tidak ekstrem karena posisi pola tekanan rendah (low pressure area) di bagian selatan Laut Jawa sudah bergerak ke bagian barat menuju Samudera Hindia atau menjauh dari Pulau Jawa,” ujarnya.