JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Jelang Eksekusi Mati Tahap II, TNI Siagakan Intelejen dan Alat Tempur

Jelang Eksekusi Mati Tahap II, TNI Siagakan Intelejen dan Alat Tempur

345
BAGIKAN
Panglima TNI Jenderal Moeldoko | Foto: Maksum Nur Fauzan
Panglima TNI Jenderal Moeldoko | Foto: Maksum Nur Fauzan

JAKARTA – Panglima TNI Jenderal Moeldoko ‘menangkap’ kemungkinan adanya ancaman terkait dengan eksekusi terpidana mati, termasuk Andrew Chan dan Myuran Sukumaran, dari Australia. Karena itu, TNI menyiagakan berbagai hal.

“Tentu kita tak melihat atau mendefinisikan dari salah satu negara. Tetapi sekali lagi TNI sangat memahami kemungkinan-kemungkinan ancaman,” ujar Moeldoko di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (20/2/2015).

Menurut Moeldoko, untuk memperkuat dukungan TNI, dia dan para komandan-komandan pasukan khusus akan membuat perencanaan yang detail bersama-sama Kejaksaan dan Kemenkum HAM. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi apabila ada gangguan-gangguan yang bersifat fisik maupun nonfisik.

Unsur intelijen dan alat tempur, lanjut Moeldoko, disiagakan setiap saat. Komandan satuan khusus juga harus bersiap-siap.  “Setelah saya perintahkan hari ini para komandan satuan khusus sudah menyiapkan dirinya dengan baik,” ucapnya.

TNI, lanjut Moeldoko, tidak terpengaruh oleh apa pun dan oleh siapa pun atas hukuman mati tersebut. Karena sikap TNI jelas dalam memberikan dukungan penuh pada Presiden Jokowi untuk memberantas narkoba.

“Kami sangat memahami risiko atas lost generation ke depan di hadapan kita,” tutur Moeldoko.

Eksekusi mati duo Bali Nine ditunda hingga tiga minggu atau sebulan ke depan. Wapres JK memastikan penundaan itu bukan karena tekanan PM Australia Tony Abbott yang mengungkit bantuan untuk Indonesia saat tsunami 2009 lalu melainkan karena alasan teknis.

udhistira Amran Saleh | Detik+