JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Jika Kepala Daerah Harus Sarjana, Rudy Minta Kader PDIP Taat Aturan

Jika Kepala Daerah Harus Sarjana, Rudy Minta Kader PDIP Taat Aturan

191
BAGIKAN

FX Hadi Rudyatmo | dok. Joglosemar
FX Hadi Rudyatmo | dok. Joglosemar

SOLO -Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) FX Hadi Rudyatmo meminta seluruh kadernya taaat regulasi yang mengatur soal Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Termasuk jika nantinya dalam revisi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pilkada mensyaratkan jenjang pendidikan calon walikota minima S1.

“Saya sudah sampaikan kepada struktral yang mencalonkan saya untuk taat konstitusi. Saya mau maju,  asal tidak melanggar aturan. Saat ini jenjang pendidikan masih jadi perdebatan di sana (DPR RI). Nanti kalau akhirnya keluar syarat S1 misalnya, ya semua harus patuh,” tegasnya di Sekretariat DPC PDI Perjuangan, Sabtu (14/2/2015).

Dia mengakui, pendidikan formal yang ditempuhnya hanya sampai tingkat SMK. Dia tak sempat mengenyam bangku kuliah karena harus langsung bekerja.

Namun, dia menyatakan siap jika memang kembali dipercaya memimpin Solo. Rudy mengaku, hanya membawa modal ketulusan, kejujuran dan semangat pelayanan.

“Saya sendiri nglenggana mendengar ada wacana syarat S1. Saya ini kan nggak pernah sekolah, ya sudah saya pasrah. Kader juga saya minta tidak usah mengajukan judicial review atau upaya apapun. Ikuti saja aturannya,” kata dia.

Namun, jika ada kader yang tetap berupaya menempuh jalur hukum, maka dia pun tak berhak melarang. Hal itu merupakan bagian dari hak setiap warga negara.

“Itu imbauan. Namun, saya kan tidak boleh melarang hak orang lain,” tambahnya.

Dia justru menekankan, apapun hasil revisi UU tersebut seluruh kader harus siap memenangkan kepala daerah dari PDI Perjuangan. Siapa pun yang mendapat rekomendasi nanti harus mendapat dukungan penuh dan gotong royong.

“Yang penting, PDI Perjuangan tetap harus bisa mempertahankan kursi kepala daerah nanti. Siapa pun calon yang ditugaskan nanti,” tegasnya.

Hingga Sabtu, Panitia Penjaringan Bakal Calon Walikota dan Wakil Walikota (Wawali) PDI Perjuangan telah menerima lima berkas pendaftaran untuk posisi AD 1.

Mereka adalah Bambang Setyobudi, Achmad Purnomo, Edy Jasmanto, Anung Indro Susanto dan FX Hadi Rudyatmo.
Sementara untuk posisi AD 2 tercatat ada delapan orang yang mendaftar. Enam diantaranya telah mengembalikan formulir pendaftaran. Mereka adalah Helmy Ahmad Sakdilah, Rachmad Wahyudi, Ginda Ferachtriawan, Aquarianto Widhiarso, Hartanti dan Her Suprabu.

Sementara hingga penutupan pengembalian formulir pada Sabtu (14/2) pukul 00.00, dua lainnya tak mengembalikan formulir dan dianggap gugur. Mereka adalah Honda Hendarto dan Harry Suswanto.

Dini Tri Winaryani