JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Jual Solar Rp6.400/Liter, Pertamina Mengaku Masih Rugi

Jual Solar Rp6.400/Liter, Pertamina Mengaku Masih Rugi

191
BAGIKAN

Ilustrasi BBM_Pemerintah akan menurunkan harga BBM jenis premium Rp7.600 per liter menjadi Rp6.600 per liter dan harga solar yang sebelumnya ditetapkan Rp7.250 per liter turun menjadi Rp6.400 per liter mulai Senin (19/1/2015) dini hari_Foto_Maksum N F
Ilustrasi | Joglosemar/Maksum N F

JAKARTA -Komisi VII DPR meminta pemerintah segera menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Solar dari Rp6.400/liter menjadi Rp6.200/liter. Namun, PT Pertamina (Persero) mengaku harga jual saat ini Rp6.400/liter pun masih rugi.

“Solar di harga sekarang saja masih rugi. Bisa dicek ke Kementerian Keuangan,” ungkap Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang, Rabu (11/2/2015).

Bambang mengatakan, kerugian tersebut disebabkan pembelian stok BBM yang dilakukan Pertamina 2-3 bulan sebelumnya. “Kita melakukan pembelian Solar jauh-jauh hari, 2-3 bulan sebelumnya. Stok cukup tinggi sehingga nilai inventory masih tinggi,” ungkap Bambang.

Namun sebaliknya, untuk bensin Premium yang dijual Rp6.600/liter di luar Jawa, Madura, dan Bali (Jamali) dan Rp6.700/liter untuk di Jamali, Pertamina mendapat untung. “Premium relatif lebih baik. Sebetulnya bisa lihat pesaing kita (SPBU Shell dan Total) harganya dia berapa? (lebih mahal),” tutup Bambang.

Sebelumnya, Menteri ESDM Sudirman Said mengakui saat ini pemerintah untung dalam penjualan BBM. “Kalau dengan hitungan sekarang mungkin sudah ada keuntungan,” ujarnya. Sudirman mengatakan, saat ini pemerintah belum dapat menghitung detil berapa keuntungan dari penjualan BBM.

Rista Rama Dhany  |  Detik