JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Kader PPP Resmi Daftar Balon Walikota PDIP

Kader PPP Resmi Daftar Balon Walikota PDIP

211
BAGIKAN

IlustrasiSOLO – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Solo mendaftarkan kadernya sebagai bakal calon (Balon) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Arif Sahudi mengatakan, jajaran struktural sudah sepakat mengajukan Edy Jasmanto sebagai calon tunggal untuk maju sebagai calon walikota.

Namun, karena perolehan suara PPP pada Pemilihan Legislatif (Pileg) lalu tak memenuhi syarat minimal sembilan kursi DPRD, untuk mengusung sendiri calonnya. Partai tersebut hanya mendapat satu kursi legislatif.

“Pak Edy ini merupakan kader terbaik kami, sekaligus menjadi calon tunggal (walikota) dari PPP. Pencalonan ini serius dan kami dukung sepenuhnya. Namun, karena suara kami tak mencukupi, maka kami coba dengan jalan lain,” ungkap Arif, kepada wartawan sebelum mendaftar ke DPC PDIP, Jumat (13/2/2015).

Untuk membuktikan keseriusannya. PPP juga sudah membentuk tim sukses di bawah komando Sekretaris DPC , Imron Supomo. Tim tersebut sudah terbentuk sejak Selasa lalu.

“Meski dari luar PDIP, kami tak ingin dianggap remeh. Tim sukses sudah kami siapkan. Sosialiasi juga sudah dilakukan ke seluruh ranting,” kata dia.

Disinggung soal syarat kepemilikan Kartu Tanda Anggota (KTA) PDIP, Arif mengatakan pihaknya belum mengetahui hal tersebut. Namun, menurutnya KTA harusnya tak menjadi syarat utama dalam pendaftaran Balon.

Arif menegaskan, hal itu tak disyaratkan dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Kepala Daerah (UU Pilkada). Pihaknya masih optimistis potensi yang dimiliki kadernya tersebut bisa menjadi tiket masuk bursa Balon Walikota PDIP. Bahkan, tanpa perlu mengubah keanggotaan partainya.

“Kami pastikan Pak Edy tetap kader PPP. Kalau sampai pindah keanggotaan, tentu kami akan kehilangan besar. Soal syarat itu, kami yakin tetap bisa. Namanya aturan kan bisa saja berubah dalam hitungan detik. Yang jelas itu tak diatur dalam UU Pilkada,” tegasnya.

PIhaknya pun belum berpikir untuk menggandeng partai lain, jika pendaftarannya ditolak PDIP. Dia masih fokus untuk mengupayakan pencalonan lewat partai berlambang banteng moncong putih itu.

Sementara Edy Jasmanto mengatakan, keinginannya menjadi walikota sudah bulat.  Waki Ketua Bidang Politik dan Organisasi DPC PPP itu menilai pembangunan di Solo belum merata. Wilayah utara masih tertinggal dibanding kawasan lain di Kota Bengawan.

“Melihat pembangunan fisik di Solo utara masih tertinggal dibanding wilayah selatan, timur, barat  dan tengah. Apa ndandak nunggu kepala daerah saka Solo utara ?,” kata warga RT 10 RW XVIII, Sendangmulyo, Kadipiro, Banjarsari itu.

Dia pun sudah menyiapkan sejumlah program untuk Solo. Salah satunya, kesejahteraan untuk warga lanjut usia yang akan mendapat santunan bulanan.

Ora kalah pinter, ora kalah kendel. Soal menang atau kalah, dapat kendaraan atau tidak, itu tergantung ridho Allah. Kewajiban kita itu berikhtiar,” katanya.

Dini Tri Winaryani