JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Kapolres Sragen: Ada Sindikat Baru Pencuri Motor

Kapolres Sragen: Ada Sindikat Baru Pencuri Motor

333
BAGIKAN
Enam tersangka kasus pencurian motor diamankan di Polsek Laweyan, Jumat (09/01/2015). Polisi berhasil menyita sembilan barang bukti sepeda motor_Foto_Maksum N F
Ilustrasi_Foto_Maksum N F

SRAGEN– Kapolres Sragen AKBP Dwi Tunggal Jaladri mengisyaratkan maraknya aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dalam beberapa waktu terakhir, kemungkinan dilakukan oleh sindikat baru dan lain dari jaringan curanmor yang pernah dibekuk Polres Sragen pada 20 Januari 2015 lalu. Selain akan terus memburu dan menangkap sindikat itu, pihaknya juga berharap masyarakat senantiasa meningkatkan kewaspadaan dalam menjaga kendaraan bermotornya.
“Kemungkinan memang masih ada sindikat lain yang beraksi. Tapi sejauh ini, indikasinya tidak ada kaitannya dengan jaringan yang kemarin kita tangkap itu,” paparnya kepada Joglosemar, Senin (9/2/2015).
Mengenai kemungkinan adanya anggota sindikat lain yang mengamuk karena rekannya sudah ditangkap Polres, Kapolres memastikan maraknya curanmor akhir-akhir ini tidak ada kaitannya dengan jaringan yang mengamuk. Menurutnya, lokasi Sragen yang berada di wilayah perbatasan dan karakter masyarakat yang sebagian masih sering lengah, teledor serta kurang waspada, adalah faktor yang membuat jaringan Curanmor masih sering beraksi di Sragen.
Ia juga menyampaikan keamanan kendaraan bermotor atau lingkungan, sebenarnya tidak meluluh menjadi tanggung jawab kepolisian. Akan tetapi, peran aktif masyarakat justru lebih dibutuhkan karena pada hakikatnya tugas kepolisian hanya membantu pengamanan dan menciptakan kamtibmas di masyarakat.
“Keamanan properti dan kendaraan itu sebenarnya terletak di masyarakat sendiri. Karena kadang masyarakat kita juga masih teledor. Banyak kasus sepeda motor yang hilang di teras atau di jalan persawahan itu ternyata kuncinya masih lengket di kendaraan. Lalu pemarkiran juga ceroboh, asal parkir di sembarang tempat. Padahal pencuri itu sudah lihai dan selalu akan mencari kelengahan korbannya,” urainya.
Untuk diketahui, semenjak ditangkapnya empat pelaku sindikat curanmor yang digawangi duet Nano (38) dan Solikin (29) pada 20 Januari lalu, ternyata kasus curanmor di Sragen bukannya mereda tapi malah menjadi-jadi. Catatan Joglosemar, sejak itu hingga kini hampir setiap hari selalu ada laporan pencurian sepeda motor di berbagai kecamatan mulai dari yang diparkir di sawah, di teras, depan toko hingga yang dibobol di dalam rumah.
Sementara, Wakapolres Kompol Yudy Arto Wiyono menambahkan guna menyikapi maraknya curanmor, Polres dalam waktu dekat ini akan kembali menggencarkan operasi jaran yang difokuskan guna menangkap kendaraan bermotor yang dicurigai hasil tindak kejahatan. Operasi akan digelar serentak dengan menerjunkan tim khusus dari Reskrim maupun melibatkan semua Polsek.
Wardoyo