JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Kasus Dana Kegiatan di Sukoharjo Masih Berlanjut

Kasus Dana Kegiatan di Sukoharjo Masih Berlanjut

226
BAGIKAN
Ilustrasi
Ilustrasi

SUKOHARJO – Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang turut mendampingi kegiatan anggota DPRD Sukoharjo di sebuah hotel di Yogyakarta, juga mengembalikan dana kegiatan yang diterimanya. Informasi yang dihimpun Joglosemar, ada sekitar 11 PNS lingkungan Sekretariat DPRD Sukoharjo yang bertugas dalam agenda Penyusunan Jadwal Tahunan dan Evaluasi Komisi DPRD Sukoharjo 7-9 Januari itu.

Mereka mengembalikan uang saku dan biaya menginap di hotel dengan besaran yang berbeda. Informasinya, setiap PNS mengembalikan dana lebih dari Rp 2 juta, tergantung pangkat dan golongan. Seperti yang dilakukan para anggota DPRD Sukoharjo, pengembalian uang kegiatan itu untuk menghindari temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas pemeriksaan penggunaan anggaran.

Terkait hal itu, Sekretaris DPRD Sukoharjo, Sriyono tidak mau berkomentar banyak pengembalian tersebut. Meski demikian, dia mengaku juga turut mengembalikan uang tersebut. Namun dia enggan membeberkan berapa nominal yang dia kembalikan itu. Termasuk tidak bersedian menyebutkan ada berapa PNS yang turut serta dalam kegiatan di hotel tersebut.

“Sebagai PNS yang baik ya harus mengembalikan. Ini sebagai contoh yang baik,” katanya singkat saat ditanya perkembangan pengembalian uang tersebut, Rabu (4/2/2015).

Terkait perkembangan pengembalian uang itu, Sriyono mengatakan, sejauh ini hanya satu anggota saja yang belum atau mungkin tidak mau mengembalikan dana kegiatan yang berpotensi disemprit BPK itu. Sebelumnya, dia juga menyatakan anggota dewan yang mengikuti kegiatan tersebut sudah sepakat mengembalikan dana itu. “Sudah mengembalikan, kecuali Sugeng Purwoko,” katanya.

Sriyono menyatakan, tidak pernah memerintahkan untuk mengembalikan dana tersebut.“Saya tidak menarget (mengembalikan kapan). Terserah, tidak ada paksaan. Tapi risiko ditanggung sendiri,”tandasnya. Terkait permintaan kwitansi biaya menginap di hotel, Sriyono menyatakan tidak apa-apa. “Nanti sekretariat membuatkan tanda terima,” pungkasnya.

Seperti diketahui, setelah berkonsultasi ke Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), anggota DPRD Sukoharjo ramai-ramai mengembalikan dana kegiatan tersebut akhir-akhir ini. Pengembalian dana kegiatan itu untuk menghindari temuan penyalahgunaan anggaran oleh BPK yang mendasar pada Surat Edaran (SE) Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) tentang larangan menyelanggarakan rapat di hotel.

Sofarudin