JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Ke Sangiran Menteri Pertanian Dapat Hadiah Batu Akik

Ke Sangiran Menteri Pertanian Dapat Hadiah Batu Akik

600
BAGIKAN

MENTAN PAMER AKIK KAYU PURBA SANGIRAN 2SRAGEN– Kunjungan Menteri Pertanian, Amran Sulaiman untuk melakukan panen raya padi di Tangkil, Sragen kemarin menyisakan cerita unik yang menyita perhatian publik Bumi Sukowati. Sosok Amran yang selama ini dikenal sederhana, tegas dan anti neko-neko itu ternyata hari itu dibuat takluk oleh sebuah cendera mata dari Bupati Sragen, berwujud akik dari fosil kayu purba Sangiran.

Mengenakan kemeja warna putih dengan celana hitam, Amran turun dari mobil dinas bernopol RI 37 sekitar pukul 10.30 WIB. Dengan langkah santai, menteri kelahiran Sulawesi itu langsung disambut Bupati Sragen, Agus Fatchur Rahman dan jajaran Muspida Sragen.

Selesai melakukan panen raya di areal lahan milik kelompok Tani Maju 2, Desa Tangkil, sang menteri kemudian didaulat menyampaikan sambutannya di hadapan petani serta pejabat maupun tamu undangan. Namun, sebelum tampil, ia terlebih dahulu diadang Bupati Sragen yang barusaja selesai menyampaikan sambutan.

Bupati kemudian mengambil kotak kecil berwarna coklat tua yang sudah disiapkan oleh pejabat Pemkab, kemudian menyerahkannya kepada sang menteri. Sebelum membuka, Bupati menyampaikan sedikit uraian bahwa cendera mata yang ada di kotak itu merupakan salah satu hasil kerajinan dari kekayaan alam yang diambil di tanah warisan sejarah terbaik di dunia dan khusus diberikan untuk Mentan.

Begitu dibuka dan ternyata benda itu berupa akik, sang menteri pun sedikit terperangah. Akik berwarna coklat sedikit kemerahan dengan semburat serat kayu terlihat jelas itu langsung dipakainya di jari manis sebelah kiri dan kemudian dipamerkan bersama Bupati ke hadapan petani dan hadirin.

“Sebenarnya saya ini nggak pernah memakai jam tangan, cincin atau apapun, mungkin karena sudah terlalu lama hidup miskin. Tapi hari ini, saya dapat cendera mata luar biasa ini dan akan saya pakai karena cintanya aku sama Sragen. Mungkin hari ini adalah hari yang sangat membahagiakan karena saya dapat tanda mata luar biasa dari Bupati Sragen,” ujar sang menteri dengan gaya serius tapi santai.

Setelah itu, Amran mulai bercerita soal ketertarikannya memenuhi undangan panen raya dari Bupati Sragen hingga komitmennya untuk membela pertanian dan petani di negeri ini. Ia juga mengatakan pemerintahan saat ini sudah mengalokasikan anggaran melimpah di atas 100 %  atau hampir Rp 22 trilyun untuk membantu sektor pertanian semua daerah berupa alat-alat pertanian.

Entah sekadar bercanda atau saking senangnya, sang menteri pun selalu mengaitkan setiap jenis bantuan yang disebutnya dengan cendera mata akik yang diterimanya itu. Setiap menyebut bantuan mulai dari benih, mesin penanam hingga pemanen, ia tak lupa menanyakan apakah Sragen juga sudah dialokasikan.

Bahkan, ketika mendengar kuota bantuan sapi untuk Sragen diturunkan dari 100 menjadi 50 ekor, sang menteri pun langsung memerintahkan pejabatnya agar saat itu juga mengubah dan menambah alokasi bantuan sapi untuk Sragen.

“Saya minta sekarang dinaikkan jadi 100 ekor lagi untuk Sragen. Jangan bikin menteri malu dengan warga Sragen, karena saya sudah dapat ini dari Sragen (akik). Ini (akik) nggak bisa ditinggalkan,” ujarnya sembari menunjukkan akiknya ke arah hadirin.

Melihat polah tingkah sang menteri dengan akik itu, Bupati Sragen, Agus hanya tersenyum. Ia mengatakan bahwa tidak ada maksud lain memberi cendera mata akik itu selain bagian tanda silaturahmi dan diplomasi untuk mengenalkan produk kerajinan alamiah warga Sangiran yang membuat akik dari fosil-fosil kayu dan batu purba yang ada di sana.

“Itu murah kok, paling hanya Rp 200.000. Perajin di Sangiran juga sudah banyak yang membuat. Yang kami berikan ke Pak Menteri tadi dibuat dari fosil bambu,” jelasnya.

Meski nilainya tak seberapa, gara-gara dibanggakan sang menteri di momen itu, sejumlah pejabat pun langsung berbisik-bisik untuk bersiap ke Sangiran untuk memburu akik serupa. Bahkan, Kapolres Sragen AKBP Dwi Tunggal Jaladri yang terlihat sangat terkesan tanpa basa-basi langsung menyuruh Kasat Sabhara AKP Hartono untuk ke Sangiran dan membeli akik jenis yang sama. “Ini tadi langsung,” ujar AKP Hartono.

Wardoyo