JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Kejaksaan Sragen Akan Mintai Keterangan Pedagang Beras Mitra PD PAL

Kejaksaan Sragen Akan Mintai Keterangan Pedagang Beras Mitra PD PAL

665
BAGIKAN
Ilustrasi
Ilustrasi

SRAGEN– Sejumlah pedagang dan pengusaha beras yang pernah bermitra dengan Perusahaan Daerah Pelopor Alam Lestari (PD. PAL) Sragen satu persatu mulai mendapat panggilan, untuk dimintai keterangan oleh penyidik kejaksaan negeri (Kejari) Sragen. Permintaan keterangan itu merupakan kelanjutan dari permintaan keterangan terhadap sejumlah pihak yang sudah dilakukan secara maraton oleh penyidik Kejari sejak pekan lalu.
Salah satu pedagang yang akan dipanggil adalah Suparni Tembor, pengusaha beras asal Dukuh Paingan, Purwosuman, Sidoharjo. Pedagang yang bermitra dengan PD PAL sejak 2007 dan piutangnya di PD PAL mencapai Rp 300 juta itu akan dipanggil Senin (15/2/2015).
“Ya, kemarin saya dapat surat dari kejaksaan untuk dimintai keterangan besok (hari ini-red). Belum tahu mau ditanya apa, tapi saya akan datang. Saya juga pingin segera ada kejelasan. Karena uang saya yang diutang di PD PAL hampir Rp 300 juta sampai sekarang juga nggak dibayar,” ujarnya kepada Joglosemar, Minggu (15/2/2015).
Tidak hanya itu, Tembor juga mengaku sebenarnya sangat berharap ada ketegasan dari pihak terkait lantaran kasus bangkrutnya PD PAL sudah menyengsarakan relasi lantaran piutang dagang yang nunggak akhirnya menjadi mangkrak. Pedagang juga seperti trauma lantaran beberapa proses penanganan dari Kejari pada 2011 maupun dari Pemkab seolah hanya meniupkan angin surga namun kemudian hilang tanpa ada kejelasan penyelesaiannya.
“Mudah-mudahan nanti benar-benar diproses. Saya hanya ingin uang dan dua sertifikat sawah saya kembali. Itu saja mas,” jelasnya.
Terpisah, Kepala Kejari Sragen, Victor Saut Tampubolon melalui salah satu penyidik kasus PD PAL yang juga Kasie Datun, Didik Sudarmadi membenarkan akan memanggil beberapa pedagang yang pernah menjadi mitra dan terkait dengan kasus PD PAL. Namun ia menyampaikan bahwa pedagang yang akan dimintai keterangan adalah pedagang yang memiliki sertifikat dan dipinjam oleh PD PAL untuk agunan mencari kredit di pihak ketiga.
“Ada dua yang kami panggil untuk dimintai keterangan selama dua hari ke depan. Tapi sekali lagi penanganan saat ini akan diarahkan terkait dengan pengelolaan PD PAL jilid dua yakni pada saat dikelola direkturnya oleh BP,” jelasnya.
Informasi yang dihimpun Joglosemar, sebelumnya selama sepekan terakhir, penyidik juga sudah memanggil banyak pihak yang pernah bekerja atau terlibat dalam pengelolaan PD PAL untuk dimintai keterangan. Selain itu, mereka juga dimintai keterangan oleh Tim Khusus Inspektorat yang dalam waktu ini juga terus mengebut proses pengusutan dan audit kebangkrutan di PD PAL yang dilaporkan mencapai Rp 3,6 miliar.
Wardoyo