JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Keluarga Korban Tetap Meyakini Jika PB XIII yang Hamili AT

Keluarga Korban Tetap Meyakini Jika PB XIII yang Hamili AT

317
BAGIKAN
Ilustrasi
Ilustrasi

SUKOHARJO – Polres Sukoharjo telah memeriksa delapan saksi terkait laporan terhadap Raja Keraton Surakarta, Sri Susuhunan Hangabehi Paku Buwana (PB) XIII. Hangabehi dilaporkan keluarga AT (17) karena diyakini sebagai ayah kandung bayi laki-laki yang dilahirkan siswi salah satu SMK swasta di Sukoharjo itu.

Kapolres Sukoharjo AKBP Andy Rifai didampingi Kasatreskrim Iptu Fran Delanta Kembaren mengatakan telah memeriksa delapan saksi baik dari keluarga dan teman-teman AT dan termasuk mengambil keterangan dari Wati, tersangka kasus terkait, yang kini menjalani proses peradilan di Pengadilan Negeri (PN) Sukoharjo.

“Dari keterangan saksi-saksi ini nanti kami klarifikasikan kepada terlapor (PB XIII),” kata kapolres, Rabu (25/2/2015).

Kapan PB XIII diklarifikasi, kapolres mengatakan akan mengirimkan surat undangan klarifikasi secepatnya. Karena semuanya sudah siap, kemungkinan klarifikasi akan dilaksanakan pada pekan ini. Ditanya jika PB XIII beralasan kesehatan lagi, kata kapolres, Polres Sukoharjo akan menyediakan dokter khusus untuk mengecek kesehatan.

“Kesehatan belum cek, yang jelas undangan klarifikasi (PB XIII) sudah siap, tinggal dikirim saja. Klarifikasinya datang di sini (Mapolres Sukoharjo),” tuturnya.

Menurut kapolres, sejauh ini korban tetap meyakini bahwa dia telah dibawa terlapor (PB XIII) ke sebuah hotel yang berada di wilayah Gentan, Baki. Terkait klarifikasi terhadap petugas hotel, kapolres mengatakan mereka mengaku tidak hafal setiap pengunjung. Sedangkan rekaman CCTV juga tidak bisa dibaca karena sudah terlalu lama.

Kapolres menuturkan, sejauh ini masih belum meningkatkan status penyelidikan menjadi penyidikan. Sehingga niat melaksanakan tes pencocokan DNA bayi laki-laki AT dengan DNA PB XIII belum bisa segera dilaksanakan. Sebab, laporan ini masih dalam proses penyelidikan dan baru tahap pengklarifikasian antara keterangan saksi-saksi dengan terlapor.

“Belum kami naikkan status, kalau nanti sudah penetapan tersangka baru kami laksanakan (tes DNA),. Ini masih lidik dan besok masih ada klarifikasi. Nanti kami lihat dulu hasil klarifikasi seperti apa,” terang kapolres.

Ditanya apakah ada kesaksian yang mempertajam penyelidikan kasus yang bergulir sejak pertengahan tahun 2014 lalu itu, kapolres masih enggan membeberkan. “Nanti, itu sudah masuk dalam materi penyelidikan,” katanya.

Sebelumnya Kuasa Hukum SISKS Paku Buwono (PB) XIII, Ferry Firman Nurwahyu menegaskan kliennya tidak pernah mengenal WT (Wati) maupun AT. “Bahwa dalam perkara sebagaimana yang dimaksud dalam surat laporan Polisi No. Pol: LP/304/VII/2014/JATENG/RES SKH tertanggal 21 Juli 2014, SISKS PB XIII tidak kenal dengan tersangka yang bernama WT dan tidak kenal dengan korban yang bernama AT,”.

Sofarudin