JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Kemensos Akreditasi 119 Institusi Rehabilitasi Narkoba

Kemensos Akreditasi 119 Institusi Rehabilitasi Narkoba

254
BAGIKAN
ilustrasi
ilustrasi

JAKARTA – Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan, ada 119 Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) untuk merehabilitasi korban penyalahgunaan narkoba. IPWL ini pun telah diakreditasi oleh Kementerian Sosial.

“Ada 119 Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) untuk merehabilitasi korban penyalahgunaan narkoba yang akreditasinya dikeluarkan Kementerian Sosial (Kemensos),” kata Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dalam keterangan pers, Selasa (24/2/2015).

Kemensos pun menargetkan bisa melakukan pemetaan dalam program rehabilitasi sosial korban tindak penyalahgunaan narkoba. “Dari 10 ribu korban penyalahgunaan narkoba, penanganannya ada yang berbasis panti narkoba dan ada juga Rehabilitasi Berbasis Masyarakat (RBM),” kata Khofifah.

Untuk Rehabilitasi sosial bagi korban penyalahgunaan narkoba berbasis panti, Kemensos cukup percaya diri. Sebab, didukung SDM konselor dan peksos adiksi yang bersertifikat. Telah disiapkan sebanyak 700 konselor dan 500 pekerja sosial adiksi. Dari jumlah tersebut, akan dilakukan evaluasi untuk mengetahui seberapa banyak kebutuhan riil dan berapa SDM yang harus disiapkan.

Perekrutan para konselor dan peksos adiksi dilakukan oleh Ditjen Rehabilitasi Sosial untuk melakukan pemetaan dengan perbandingan 1:10 seberapa dibutuhkan konselor dan peksos adiksi. “Saat ini, sedang disinergikan untuk persiapan training dan seritifkasi yang dilakukan oleh Badan Pendidikan dan Penelitian Kesejahteraan Sosial (Badiklitkesos),” katanya.

Training dan sertifikasi terhadap konselor dan peksos adiksi di Badiklitkesos tersebar di 6 Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) dari Kemensos dan ditargetkan pekan ketiga Maret 2015 sudah bisa berjalan. Di setiap balai, peserta disesuaikan dengan kapasitas dan daya tampung masing-masing.

Ray Jordan | Detik