JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Keputihan Tak Wajar, Bisa Jadi Tertular Klamidia

Keputihan Tak Wajar, Bisa Jadi Tertular Klamidia

352
BAGIKAN
Bakteri Chlamydia trachomatis
Bakteri Chlamydia trachomatis

PENYAKIT menular seksual banyak jenisnya, salah satunya adalah klamidia. Penyakit ini bisa menyerang siapa saja, baik laki-laki maupun perempuan. Penting untuk mengetahui penyakit ini, agar terhindar darinya.

Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Rumah Sakit (RS) Islam Kustati Surakarta, Dr Endra Yustin Ellitasari, MSc, SpKK menjelaskn penyakit ini disebabkan bakteri. Klamidia bisa menyebabkan kemandulan pada laki-laki maupun perempuan.

“Orang awam, mengira kalau klamidia ini adalah keputihan biasa, karena gejala awal klamidia memang keputihan. Terkadang perempuan mengira keputihan ini wajar, padahal tidak semua keputihan itu wajar,“ujar Endra kepada  Joglosemar.

Dikatakan Endra, secara fisiologis, keputihan memang ada yang normal. Misalnya saat menjelang atau setelah menstruasi, ketika memasuki masa subur dan saat terangsang. “Keputihan yang normal ini tentunya tidak berbau dan tidak berwarna,“ tegasnya.

Namun ada juga keputihan yang disebabkan infeksi bakteri yaitu keputihannya berbau, berwarna dan jumlahnya banyak. Jika mengalami hal demikian, maka perlu diwaspadai.

“Gejala klamidia adalah keputihan yang disertai nyeri. Karena pada klamidia yang diserang adalah di daerah serviks yang tidak memiliki sensitivitas. Hal ini membuat, para perempuan memilih untuk mengabaikan keputihannya lantaran dinilai normal saja, “ jelasnya.

Berbeda dengan laki-laki, untuk gejala klamidia lebih cepat terdeteksi karena laki-laki jarang keputihan. Beberapa gejala klamidia untuk laki-laki di antaranya keluar cairan dari alat kelamin.

“Biasanya cairan keluar pada pagi hari yaitu berupa bercak kuning. Kecuali jika dibarengi dengan infeksi lain, maka bisa saja cairan keluar sepanjang hari. Sehingga kalau gejala muncul, laki-laki biasanya langsung melakukan pemeriksaan,” terang Endra.

Diungkapkan Endra, penyakit klamidia ini disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis. Penularannya bisa melalui hubungan seksual yang tidak aman, seks bebas, serta bergonta-ganti pasangan.

“Awalnya tidak terinfeksi klamidia, namun karena pasangan melakukan hubungan seksual dengan orang lain yang terinfeksi klamidia, maka bisa tertular. Mereka yang sudah terinfeksi klamidia dan tidak diobati, maka kalau berhubungan seksual bisa menularkan klamidia ke pasangan seksualnya,” ujar Endra.

Dwi Hastuti