JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Kerajinan Bonggol Bambu Klaten Mampu Tembus Pasar Ekspor

Kerajinan Bonggol Bambu Klaten Mampu Tembus Pasar Ekspor

1289
BAGIKAN

 

Kerajinan bonggol bambu di Klaten | Klaten.info
Kerajinan bonggol bambu di Klaten | Klaten.info

KLATEN  – Sejumlah perajin di Kampung Jambu Kulon Kecamatan Ceper Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, mampu mengubah “bonggol bambu” menjadi barang souvenir yang mempunyai nilai tambah dan mampu menembus pasar ekspor.

Eni Purwanti (32) salah satu perajin warga Kampung Jambu Kulon RT -02 RW 10 Ceper Klaten, Rabu, menjelaskan, bahwa dari banggol bambu tersebut dengan ide dan kreatifitas mampu dibuat menjadi kerajinan patung bebek, angsa, sapi, dan kanguru yang mampu diekspor ke Australia dan Negara Eropa.

Eni Purwanti menjelaskan dirinya menekuni atau merintis bisnis kerajinan patung bebek dari bahan bonggol bambu tersebut sejak 1997. Bisnisnya itu, hasil produksi kreatifnya baru kecil-kecilan dan melayani pasar lokal.

Namun, kata Eni, usahanya mulai meningkat pada awal 2005 hingga sekarang yang mampu menembus ke pasar ekspor seperti Australia dan negara-negara Eropa.

“Barang hasil kerajinan bisa nembus ke Eropa melalui pelanggan di Bali, sedangkan pelanggan dari Australia datang sendiri ke Klaten untuk memesan,” katanya.

Menurut dia, usahanya dengan menggunakan tiga orang tenaga kerja mampu memproduksi sekitar 500 biji per minggunya, sedangkan permintaan ekspor mencapai 2.000 biji per bulannya.

Menurut dia, memang kendala yang dihadapi saat ini, soal tenaga kerja khusus yang dapat menjadi pengrajin patung dari bonggl bambu tersebut.

Namun, kata dia, soal bahan baku banggo bambu masih mudah diperoleh demngan mendatangkan dari Gemolong Sragen, Weru (Sukoharjo), dan Sambeng (Gunung Kidul), sedangkan untuk kaki dari limbah kayu jati dari pabrik mebel setempat.

Ia menjelaskan, barang hasil produksinya yang masih mentah atau belum dicat atau dipernis dijual antara Rp15 ribu hingga Rp35 ribu per bijinya, sedangkan patung sudah bentuk jadi hingga Rp40 ribu per biji.

Bahkan, patung berbentuk naga bisa dijual mencapai Rp150 ribu, dan kanguru sekitar Rp95 ribu per biji.

“Produk saya di pasar lokal biasa menghiasi dan untuk souvenir wisatawan asing di hotel-hotel,” katanya.

Ia menjelaskan, dari hasil barang kreatifitasnya yang sudah banyak diminati luar negeri tersebut omzet yang diperoleh hingga puluhan juta rupiah per bulan.

“Pasar permintaan mulai meningkat biasanya menjelang Natal hingga Tahun Baru. Namun, produksinya hingga Pebruari ini masih ramai pesanan,” kata Eni Purwanti.

Hal senada, pengrajin lainnya Supriyadi yang mengatakan, permintaan pasar produk patung dari banggol bambu asal Jambu Kulon Klaten terus ramai hingga bulan ini.

Namun, kata Supriyadi, jumlah pengrajin di kampung ini yang sebelumnya mencapai 20 pengrajin kini tinggal 12 orang yang masih eksis.

Antara |Bambang Dwi Marwoto