JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Keraton Peringati Haul Paku Buwono XII

Keraton Peringati Haul Paku Buwono XII

176
BAGIKAN
Keraton Surakarta
Keraton Surakarta

SOLO – Keraton Surakarta memperingati Haul Paku Buwono (PB) XII di Sasana Handrawina, Kamis (12/2/2015) yang dilakukan secara sederhana. Doa tahlil kerabat, sentana dan abdi dalem kerabat sebagai upaya untuk mengingat raja keraton yang telah memimpin.

Kerabat keraton seperti, GRA, Koes Moertiyah, KGPH Puger, dan juga gusti-gusti lainnya terlihat khuyuk saat mengikuti prosesi pembacakan doa untuk PB XII yang dipimpin oleh ulama keraton. Terdapat  gambar ukuran besar PB XII di Sasana Handrawina dan beberapa makanan penyaji yang selalu ada itu diletakan atas meja yang sudah disediakan.

“Ini acara rutin keraton, bahkan semua raja juga diperingati dan ini sudah ada sejak leluhur kami. Kalau kali ini khusus untuk PB XII, ini hanya mengirimkan doa saja untuk beliau supaya bisa tenang,” ujar salah satu Putra PB XII, KGPH Puger usai kegiatan.

Peringatan Haul PB XII ini diharapkan mampu berdampak terhadap keraton pada umumnya. Karena itu disini dibacakan doa-doa dan jika itu dihijabahi pasti ada sesuatu apakah itu dalam waktu dekat ataupun jauh, itu yang tidak diketahui. Doa ini kan merupakan mediator kepada Allah SWT untuk memohon maaf terhadap PB XII selama beliau itu memimpin keraton.

“Kami berharap bisa mempunyai dampak untuk bangsa Indonesia khususnya bagi keraton. Disitu kan selalu dibacakan doa, kan ahli kubur itu harus selalu didoakan karena itu ajaran leluhur,” imbuh dia.

Dalam peringatan ini juga ada ciri khasnya, makanan seperti kolak, apem dan ketan. Ketan diibaratkan diikat supaya selalu menyatu dan bersatu walauoun PB XII sudah tidak ada tapi dari intruksi kan masih ada dan itu biar tidak hilang. Sedangkan apem merupakan simbol pengayom, itu semua wajib ada dalam setiap peringatan seperti ini.

“Ini makanan yang harus ada tiap peringatan haul seperti ini. Simbol-simbol ini sebagai pengingat pada kesukaan beliau, kalau kita makan itu rasanya ada komunikasi rasa sehingga menimbulkan efek psikologis,” ungkapnya.

Ari Welianto