JOGLOSEMAR.CO Berita Utama KGPH Puger Ingin Pemerintah Jangan Gandeng Kelompok Bermasalah di Keraton

KGPH Puger Ingin Pemerintah Jangan Gandeng Kelompok Bermasalah di Keraton

444
BAGIKAN

KGPH Puger

SOLO – Putra Raja Keraton Kasunanan Surakarta, KGPH Puger tidak mempermasalahkan penggunaan Alun-alun Utara (Alut) untuk pasar darurat Pasar Klewer yangs hangus terbakar. Hanya saja Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta harus melalui kesepakatan dengan keraton besar bukan perorangan, apalagi dengan pihak yang tengah bermasalah.

“Saya tidak masalah karena ini darurat untuk korban yang terkena musibah dan ini perlu ditangkap dulu. Memang sudah ada kesepakatan dan itu boleh tapi pelaksanaannya siapa yang mengurusi atau yang bertanggung jawab, contoh saja Presiden sepakat dengan negara lain dan yang mengurusi itu siapa,” katanya, Jumat (13/2/2015).

Menurutnya, kalau ini yang mengurusi sedang bermasalah, masak diajak untuk berkesepakatan dengan menandatangani MoU. Ini jelas sangat berbahaya, memang ini belum pasti tapi wacana itu sudah berkembang. Seharusnya untuk melangkah harus hati-hati dan mencermati kondisi yang ada, ini biar kedepannya itu tidak bermasalah dan itu akan merugikan banyak pihak.

“Harusnya kan kesepakatan itu dilakukan oleh pihak yang tidak bermasalah dalam hal ini keraton secara keseluruhan. Kan harus ada pemikiran kedepan bukan emosional, jadi bagaimana keraton kedepan atau pemerintah kedepan dan ini semua diawali dari sebuah peristiwa seperti ini yang mengajarkan untuk berbuat sesuatu,” ungkap Adik PB XIII Hangabehi ini.

Walaupun belum dipastikan secara positif tapi perlu adanya antisipasi jika tiba-tiba kena dan pastinya kedepanya itu bingung lagi. Apalagi sudah melakukan kesepakatan, adanya rekomendasi soal biaya apakah itu sah sesuai hukum. Jadi hari harus dikoordinasikan bersama dalam hal ini keraton besar bukan perorangan dengan pemerintah, harus ada penjelasan sebenarnya.

“Saya akan mencoba akan berkomunikasi langsung dengan yang bersangkutan soal masalah ini. Alut mau dipakai untuk pasar darurat tidak masalah, keraton itu kan mengayomi siapa pun sampai menunggu kepastian,” pungkasnya. Ari Welianto