JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Kodim 0725/Sragen Gelar Pelatihan Kader Pertanian

Kodim 0725/Sragen Gelar Pelatihan Kader Pertanian

418
BAGIKAN
Dandim 0725/SRG Letkol (inf) Edi Saputra saat memberikan pembekalan dan pengarahan teknik penyuluhan pertanian kepada 220 Babinsa dan Danramil di Technopark Sragen, Senin (9/2). Foto: Wardoyo
Dandim 0725/SRG Letkol (inf) Edi Saputra saat memberikan pembekalan dan pengarahan teknik penyuluhan pertanian kepada 220 Babinsa dan Danramil di Technopark Sragen, Senin (9/2). Foto: Wardoyo

SRAGEN– Sebanyak 20 Danramil bersama 220 Bintara Pembina Desa (Babinsa) Kodim 0725/Sragen mendapatkan pelatihan kader pertanian dari Badan Pelaksana Penyuluhan (Bappeluh) Kabupaten Sragen, Senin (9/2/2015). Pelatihan itu dimaksudkan untuk memberikan pembekalan tugas dan keterampilan kepada Babinsa dalam menjalankan misinya menjadi kader pertanian yang akan membantu penyuluhan di lapangan.
Komandan Kodim 0725/Sragen, Letkol (inf) Edi Saputra mengungkapkan pelatihan itu dipusatkan di Gedung Technopark Sragen mulai Senin (9/2) kemarin. Pelatihan dibuka secara resmi oleh Dandim yang ditandai dengan penyematan tanda kepada peserta dari Babinsa.
Didepan ratusan babinsa dan perwakilan Gapoktan, Dandim mengatakan pelatihan kader pertanian dari Babinsa itu merupakan tindak lanjut dari amanat Presiden Jokowi kepada KSAD Jenderal TNI Gatot Nurmantyo tentang pentingnya dukungan TNI untuk membantu pencapaian program Swasembada Pangan Nasional dalam waktu 3 tahun.
“TNI mempunyai tugas Operasi Militer Perang (OMP) dan Operasi Militer Selain Perang ( OMSP ). Untuk Operasi Militer Perang sudah jelas kita angkat senjata untuk melawan musuh, sedangkan untuk OMSP salah satunya adalah kita bersama sama Pemda  meningkatkan produksi pangan dalam rangka menciptakan ketahanan wilayah. Ini juga sebagai realisasi dari penandatanganan MoU antara Kodim dan Pemkab untuk mewujudkan swasembada pangan beberapa hari lalu,” papar Edi Saputra, Senin (9/2).
Menurutnya, dengan pembekalan ilmu pertanian itu, para Danramil dan Babinsa diharapkan bisa bekerja lebih efektif di lapangan untuk bersinergi dengan petugas penyuluh pertanian. Sehingga tugas untuk mengawal pertanian di Sragen bisa berjalan baik dan target peningkatan produksi bisa tercapai.
Kepala Bapelluh Sragen, Djazairi mengatakan ilmu dan teori pertanian yang diberikan kepada Babinsa dan Danramil diharapkan bisa menjadi modal dasar mereka untuk diaplikasikan di lapangan. Ia juga memastikan tidak akan terjadi tumpang tindih antara peran petugas penyuluh dengan Babinsa karena keduanya bisa berjalan berdampingan dan saling mendukung mengawal pertanian. Mulai dari proses penyemaian, penanaman, perawatan serta saat panen.
“Termasuk pengawasan distribusi pupuk juga nanti akan menjadi pekerjaan bersama,” tandasnya.
Wardoyo