JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Kondisi Jalan di Solo Banyak yang Rusak Berat

Kondisi Jalan di Solo Banyak yang Rusak Berat

271
BAGIKAN
RUSAK- Baru sekitar Juni 2013 lalu ditambal, Jalan Kyai Mojo kembali rusak. Foto diambil Kamis (28/11). Joglosemar | Ari Welianto
Ilustrasi. Joglosemar | Ari Welianto

SOLO-Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Surakarta memperkirakan jumlah kerusakan jalan yang terjadi dijalan kota Solo sudah mencapai 50 persen. Selain kondisi cuaca, kerusakan ini semakin diperparah dengan banyaknya kendaran yang melebihi batas tonase. Kerusakan jalan yang terparah diantaranya terlihat di Jalan Jaya Wijaya (Mojosongo), Jalan Sumpah Pemuda (Joglo), dan beberapa jalan lainnya.

Kabid Bina Marga Nur Basuki saat ditemui Joglosemar dikantornya, Selasa (24/2/2015) pagi membenarkan banyaknya jalan perkotaan yang rusak. Kondisi ini tidak lain disebabkan karena, banyaknya kendaraan yang tidak sesuai dengan kelas jalan yang dilalui.

Sehingga, beban tonase yang melebihi batas maksimal membuat beban jalan semakin berat. Hal ini menyebabkan kekuatan aspal maupun tanahnya tidak sanggup menopang berat kendaraan.

Kondisi ini diperparah dengan tingginya curah hujan yang turun akhir-akhir ini. Karena, saat hujan turun kerusakan jalan yang terjadi akan semakin cepat.

“Kalau musim hujan, kerusakan memang lebih cepat dibandingkan saat musim kering. Karena, saat lubang itu kedalaman lima sentimeter kemudian dengan cepat akan berubah menjadi 10 sentimeter, karena terus dilalui kendaraan berat,” terangnya.

Nur mengatakan, jalan kota yang rusak cukup banyak. Meskipun, dirinya mengaku tidak hafal satu persatu ruas jalan tetapi, dari perkiraan kerusakan jalan lebih kurang mencapai 50 persen dari total tuas jalan.

Sementara ditanya mengenai rencana perbaikan, Nur menjanjikan Minggu ini sudah akan dimulai. “Lelang sudah selesai, tinggal kontrak nanti Jumat dan langsung lakukan pengerjaan,” katanya. Mengenai prioritas jalan yang diperbaiki, Nur mengatakan tidak ada prioritas khusus. Semua jalan yang dirasa perlu dilakukan perbaikan langsung akan ditangani.

Hanya saja, tetap ada pendahuluan untuk perbaikan. Seperti jalan-jalan yang sekiranya rawan kecelakaan dan banyak dilalui kendaraan.

“Kita tidak memiliki prioritas untuk perbaikan, semua jalan yang rusak akan diperbaiki. Jumat sudah dimulai untuk perbaikan jalannya,” terangnya.

Untuk tahun ini sendiri, DPU mendapatkan kucuran anggaran sebesar Rp 2 miliar untuk perawatan jalan. Jumlah ini naik 100 persen dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya Rp 1 miliar. Pun begitu, nantinya anggaran ini tidak hanya untuk perbaikan jalan saja, tetapi juga untuk kegiatan lain.

Ari Purnomo