JOGLOSEMAR.CO Berita Utama KONI Solo Susun Ulang Program Latihan

KONI Solo Susun Ulang Program Latihan

311
BAGIKAN
ilustrasi
ilustrasi

SOLO – Mundurnya pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2017 menjadi 2018 membuat Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Solo menyusun ulang program pelatihan. Bila rencana awal latihan khusus dimulai pada 2016, mundurnya agenda empat tahunan itu membuat latihan mundur 2017.

“Ada sisi positif dan negatif dari mundurnya Porprov 2017. Positifnya atlet Jateng tidak akan lari ke luar provinsi jelang PON 2020. Negatifnya semua kota dan kabupaten harus mengubah program latihan. Kalau untuk KONI Solo, yang diganti hanya program latihan khusus. Kalau penjaringan atlet tetap dimulai tahun ini,” terang Ketua KONI Solo Gatot Sugihartono kepada Joglosemar.co, Selasa (10/2/2015) sore.

Gatot mengatakan mundurnya pelaksanaan Porprov Jateng memaksa beberapa cabang olahraga mengganti susunan atletnya. Pasalnya, diantara cabang olahraga yang diperlombakan memberlakukan batasan usia untuk syarat ikut bertanding.

Namun kondisi itu diyakininya tidak akan mengurangi kekuatan kontingen Kota Solo. Gatot justru meyakini mundurnya pelaksanaan Porprov membuat Solo punya waktu lebih panjang untuk mematangkan atletnya.

“Paling tidak kami punya banyak waktu untuk membenahi kekurangan yang ada. Jadi atlet yang akan bertanding bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya saat Porprov dimulai. Faktor itu membuat Jawa Tengah bisa menjaring atlet terbaik menghadapi PON 2020,” jelasnya.

Diluar mundurnya jadwal pelaksanaan, Gatot juga mengatakan wacana memindahkan venue Porprov dari Kota Tegal ke kota lain tidak jadi dilakukan. Selain Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal yang mulai bergerak menyiapkan venue, mundurnya pelaksanaan bisa dimaksimalkan untuk menyiapkan semua venue semaksimal mungkin.

Namun, bukan tidak mungkin daerah lain bisa jadi tuan rumah Porprov Jateng 2018. Besarnya dana yang dibutuhkan untuk membangun venue baru membuat Pemkot Tegal harus konsisten merampungkan pembangunan. Jika tidak, penetapan Tegal sebagai tuan rumah bisa saja digantikan kota lain yang lebih siap. Salah satunya Kota Solo yang sudah memenuhi standarad untuk sebagian besar cabang olahraga.

“Sampai saat ini Tegal masih tuan rumah. Tapi kalau semangat Tegal dalam merampungkan pembangunan tiba-tiba mengendor, bisa saja tuan rumahnya pindah ke daerah lain. Mundurnya waktu pelaksanaan harus dimanfaatkan untuk memaksimalkan pembangunan,” ucapnya.

Sebelumnya, Porprov Jateng 2017 sudah dipastikan mundur setahun saat rapat anggota tahunan KONI Jawa Tengah di Semarang, akhir bulan lalu. Pelaksanaan PON Remaja II dan Popnas (Pekan Olahraga Pelajar Nasional) yang berlangsung di Jawa Tengah jadi alasan utama pemunduran event tersebut

Nofik Lukman Hakim