JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Korban Banjir Sukoharjo Mulai Terserang Penyakit Kulit

Korban Banjir Sukoharjo Mulai Terserang Penyakit Kulit

352
BAGIKAN
BANJIR --Hujan deras dini hari membuat beberapa rumah warga dan sekolah di Kecamatan Bulu terendam banjir. Bahkan, sejumlah siswa SD Ngasinan 03 sempat dievakuasi karena terjebak banjir.  Joglosemar | Ari Welianto
BANJIR –Hujan deras dini hari membuat beberapa rumah warga dan sekolah di Kecamatan Bulu terendam banjir. Bahkan, sejumlah siswa SD Ngasinan 03 sempat dievakuasi karena terjebak banjir. Joglosemar | Ari Welianto

SUKOHARJO — Korban genangan air di Kampung Tambahrejo, Kelurahan Jetis, Kecamatan Sukoharjo terpantau surut total, Kamis (12/2/2015). Warga dan penghuni kos-kos diwilayah tersebut sudah kembali beraktivitas normal. Genangan hanya terlihat di Jalan Rajawali atau jalur lingkar barat, tepatnya di timur PT Sritex. Meski demikian, sejumlah warga setempat merasa tidak mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo.

Namun dampak rendaman air dari sawah selatan kampung tersebut menimbulkan masalah baru. Warga yang rumahnya tergenang merasakan gatal-gatal dibagian kaki. Namun, warga merasa tidak mendapat perhatian apapun dari instansi terkait. Padahal kampung tersebut yang menjadi salah satu kawasan langganan banjir setiap kali musim hujan.

“Air dari sawah itu kan kotor membuat kaki saya gatal-gatal,” kata warga setempat, Mas Rofi’i (63).

Menurut dia, warga lainnya juga merasakan hal yang sama. Hanya saja, hingga kemarin tidak ada pejabat terkait yang meninjau lokasi. Menurut dia, meski warga terbiasa dengan keadaan serupa, seharusnya Pemkab member perhatian dan mengupayakan soslusinya. Meski demikian, warga tidak akan mengemis bantuan ke pemerintah.

“Tidak ada petugas yang datang. Sebenarnya kami tidak minta bantuan. Seharusnya pemerintah sadar dengan keadaan warga,” katanya

Warga kampung Tambahrejo RT 5 RW VI, Budi (50) mengatakan, juga merasakan gatal-gatal. Namun, kata dia, hingga kemarin tidak ada petugas dinas terkait yang menyambangi kampung mereka. Bahkan, dia merasa selama ini tidak pernah mendapat perhatian khusus dari Pemkba Sukoharjo. Padahal, kampung mereka masuk wilayah perkotaan Sukoharjo.

“Sebenarnya kami tidak mengingikan bantuan. Kampung ini kan selalu kebanjiran saat musim hujan. Seharusnya ada penanganan apa biar tidak selalu kebanjiran,” kata Budi.

Dikonfirmasi terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial (Dinsos), Sarmadi, mengatakan belum menerima laporan terkait benajir di Tambahrejo. Terlebih laporan warga mulai diserang penyakit gatal-gatal. “Kalau untuk korban banjir di Mojolaban, Grogol, dan korban angin puting beliung di Nguter sudah kami drop bantuan sembako,” kata dia.

Seperti diketahui belasan rumah di Tambahrejo dan Pangin, Kelurahan Jetis Kecamatan Sukoharjo mulai banjir sejak Senin (9/2). Bahkan ketinggian air terus meninggi setelah diguyur hujan pada selasa (10/2). Air luapan sawah diselatan kampung tersebut sempat merendam rumah hingga selutut orang dewasa pada Rabu (11/2) dini hari.

Sofarudin