JOGLOSEMAR.CO Berita Utama KPK Kena Teror, Jusuf Kalla: Kalau Diteror Ya Lapor Polisi

KPK Kena Teror, Jusuf Kalla: Kalau Diteror Ya Lapor Polisi

230
BAGIKAN
Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi menyusun poster bertuliskan 'SAVE KPK' di Gedung KPK Jakarta, Jumat (23/1). Mereka menuntut Mabes Polri membebaskan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto yang ditangkap pihak kepolisian. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak
Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi menyusun poster bertuliskan ‘SAVE KPK’ di Gedung KPK Jakarta, Jumat (23/1). Mereka menuntut Mabes Polri membebaskan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto yang ditangkap pihak kepolisian. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak

JAKARTA- Sejumlah staf dan tim hukum KPK untuk praperadilan Komjen Budi Gunawan mengaku diteror oleh pihak-pihak tertentu. Apa kata Wapres JK?

“Sebenarnya sederhana saja, kalau teror kayak begitu laporkan siapa yang teror ke polisi, bisa ditangkap, bisa dicari,” kata Wapres Jusuf Kalla di Hotel Dharmawangsa, Jalan Dharmawangsa, Jaksel, Kamis (11/2/2015).

Namun, saat disinggung bahwa teror itu justru karena konflik dengan pihak kepolisian, JK berharap agar perselisihan itu segera selesai.

Persoalan teror ini sudah dibicarakan pimpinan KPK pada Presiden Jokowi dan Wakapolri Komjen Badrodin Haiti. Presiden Jokowi meminta Polri mengusut teror tersebut sedangkan Wakapolri memberikan jaminan pengamanan pada staf KPK dan keluarganya.

Pihak kepolisian sendiri sudah meminta agar staf KPK yang diteror melapor ke kepolisian. “Oh iya bagus, makanya saya bilang, yang meneror bentuknya apa? Itu kan teror nanti jadi laporan teror tanggung jawab Densus 88. Itu kan teror, ngeri kali, biar Densus lah,” kata Waseso di kantornya, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, hari ini.
 detikNews|Mulya Nurbilkis