JOGLOSEMAR.CO Berita Utama KPK Tembuskan Surat Panggilan ke Presiden, Saksi Budi Gunawan Tetap Mangkir

KPK Tembuskan Surat Panggilan ke Presiden, Saksi Budi Gunawan Tetap Mangkir

218
BAGIKAN

Ilustrasi
Ilustrasi

JAKARTA – KPK menyiasati pemanggilan para perwira polisi yang mangkir dari pemeriksaan kasus Komjen Budi Gunawan, dengan menembuskan surat ke Presiden Joko Widodo. Berharap presiden bisa membantu, ternyata tembusan surat pemanggilan ke Istana, belum berpengaruh.

Surat tembusan ke Presiden itu dikirimkan KPK pekan lalu. Surat utamanya ditujukan ke Wakapolri Komjen Badrodin Haiti. Surat tersebut sudah diterima pihak istana pada Jumat kemarin. ‎”KPK mengirim surat kepada Wakapolri agar membantu menghadirkan saksi, itu sudah kami terima,” kata Mensesneg Pratikno di Istana Negara Jakarta, Jumat (30/1/2015) silam.

Setelah mengirimkan surat ke Wakapolri yang ditembuskan ke Presiden itu, KPK lantas kembali memanggil saksi-saksi yang mangkir untuk menghadiri panggilan pada Selasa kemarin. Namun hasilnya, pihak-pihak yang dipanggil itu tak juga datang ke KPK. ‎Salah satu perwira yang tak juga mengindahkan panggilan adalah Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Herry Prastowo yang telah tiga kali mangkir. “3 saksi kasus Komjen BG tidak hadir,” kata Kabag Pemberitaan KPK, Priharsa Nugraha, Selasa (3/2/2015) kemarin.

Mantan Wakil Kapolda Maluku ini tak hadir tanpa memberikan keterangan. Sedangkan dua saksi lain yakni, Kombers Ibnu Isticha dan Wakapolres Jombang Kompol Sumardji sama-sama mengirimkan surat keterangan sakit dari RS Bhayangkara Brimob Polri. “Terkait pemeriksaan terhadap ketiga saksi hari ini, penyidik mengatakan akan melakukan pemanggilan kembali,” jelas Priharsa.

Sebetulnya jika seorang saksi mangkir tanpa memberikan keterangan akan ketidakhadirannya, penyidik bisa melakukan penjemputan paksa pada panggilan ketiga. Namun sampai saat ini langkah itu belum diambil KPK.

Detik