JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Lagi, Demam Berdarah Renggut Nyawa di Boyolali

Lagi, Demam Berdarah Renggut Nyawa di Boyolali

188
BAGIKAN
ilustrasi
ilustrasi

BOYOLALI – Kasus serangan demam berdarah dengue (DBD) di Boyolali belum menunjukkan penurunan. Bahkan korban tewas warga Boyolali masih terjadi, terakhir warga Desa Sobokerto, Kecamatan Ngemplak dua minggu kemarin.

Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali, dua bulan pertama 2015 ini tercatat 164 kasus serangan DBD, yakni 101 kasus di bulan Januari dan 63 kasus di bulan Februari. Total korban tewas akibat serangan DBD saat ini mencapai empat orang.

“Korban tewas akibat DBD bertambah menjadi empat orang dalam waktu dua bulan ini, terakhir warga Sobokerto perempuan berusia 34 tahun,” ungkap Achmad Muzayin, Kabid Pencegahan Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P3PL) Dinkes Boyolali, Jumat (27/2/2015).

Meledaknya serangan DBD awal tahun ini diantisipasi Dinkes dengan berbagai langkah, seperti fogging dan menekankan pentingnya pemberantasan sarang nyamuk (PSN) oleh masyarakat. Pasalnya, gerakan PSN dinilai paling efektif mengantisipasi serangan nyamuk aides aigipty.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, serangan DBD di Boyolali menunjukkan ledakan sejak awal tahun ini. Ledakan tersebut di antaranya terlihat dari meningkatnya jumlah desa endemis DBD di Boyolali yang hampir 100 persen. Sebelumnya, desa endemis DBD hanya sejumlah 19 desa di tujuh kecamatan, tetapi saat ini meningkat hingga 36 desa di 12 kecamatan.

Selain itu, data serangan DBD dua bulan ini sudah hampir separuh jumlah serangan DBD sepanjang tahun 2014, yang mencapai 381 kasus dengan korban tewas mencapai 13 orang.

Ario Bhawono