JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Lagi, Dua Kapal Pencuri Ikan asal Thailand Ditangkap di Natuna

Lagi, Dua Kapal Pencuri Ikan asal Thailand Ditangkap di Natuna

386
BAGIKAN

 

Dua kapal ikan ilegal berbendera Papua Nugini meledak dan mengeluarkan api ketika ditenggelamkan personel Lantamal IX Ambon di Perairan Teluk Ambon, Maluku, Minggu (21/12). Kedua kapal tersebut yaitu KM Century 4 (200 GT) dan KM Century 7 (250 GT) ditangkap saat mencuri ikan di Laut Arafura dengan 45 ABK warga Thailand dan 17 ABK warga Kamboja. ANTARA FOTO/Izaac Mulyawan
Dua kapal ikan ilegal berbendera Papua Nugini meledak dan mengeluarkan api ketika ditenggelamkan personel Lantamal IX Ambon di Perairan Teluk Ambon, Maluku, Minggu (21/12). Kedua kapal tersebut yaitu KM Century 4 (200 GT) dan KM Century 7 (250 GT) ditangkap saat mencuri ikan di Laut Arafura dengan 45 ABK warga Thailand dan 17 ABK warga Kamboja. ANTARA FOTO/Izaac Mulyawan

JAKARTA  – Aparat Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menangkap dua kapal perikanan asing asal Thailand di perairan teritorial Laut Natuna, Kepulauan Riau, pada 16 Februari 2015, sekitar pukul 08.00 WIB.

“Penangkapan kapal ikan asing (KIA) Thailand dilakukan oleh KP Hiu Macan Tutul 002 saat melakukan operasi pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan di wilayah perairan Natuna,” kata Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan KKP Asep Burhanuddin dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (18/2/2015).

Ia mengungkapkan, dua kapal yang ditangkap itu adalah KM SUDITA yang berbobot 102 gross tonnage (GT) dan memiliki ABK 11 warga negara Thailand, serta KM JALA KOMIRA 807 yang berbobot 103 GT dan ABK 20 orang warga negara Thailand.

Keduanya, ujar dia, ditangkap karena diduga melakukan penangkapan ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPP-NRI) tanpa dilengkapi Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI) yang sah dari Pemerintah Republik Indonesia.

Selanjutnya, kapal-kapal tersebut dikawal menuju ke Stasiun PSDKP Pontianak, Kalimantan Barat, untuk proses hukum oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Perikanan.

Sebelumnya, KKP juga telah menangkap sebanyak 14 kapal ilegal yang terbagi atas tujuh kapal perikanan asing dan tujuh kapal perikanan Indonesia dalam operasi yang berlangsung 21-25 Januari 2015.

“Kapal perikanan asing yang ditangkap terdiri empat kapal berbendera Vietnam, satu kapal berbendera Thailand, dan dua kapal berbendera Filipina,” kata Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan KKP Asep Burhanudin.

Berdasarkan data KKP, keempat kapal berbendera Vietnam ditangkap di Perairan Laut Natuna, tanggal 22 Januari, oleh kapal KKP Hiu Macan 001.

Keempat kapal itu memiliki anak buah kapal (ABK) masing-masing sebanyak 8 orang, 11 orang, 7 orang, dan 9 orang, yang keseluruhannya merupakan warga negara Vietnam. “Selanjutnya keempat kapal tersebut dikawal menuju ke Stasiun PSDKP Pontianak,” ujar Asep.

Sementara satu kapal perikanan berbendera Thailand KM 026 yang tertangkap di perairan timur Lhokseumawe, Aceh, memiliki bobot 80 GT, dan memiliki jumlah ABK yang terdiri atas 4 warga negara Thailand dan 10 warga negara Myanmar. Kapal perikanan Thailand tersebut ditangkap oleh KP Hiu 008 pada 25 Januari.

“Untuk proses hukum kapal dibawa ke Satker PSDKP Lampulo Banda Aceh,” ungkap Asep.

Kemudian, dua kapal perikanan berbendera Filipina memiliki nama KM Garuda 5 dengan ABK 4 warga negara Filipina, serta KM Garuda 6 dengan ABK 15 warga negara Filipina.

Keduanya ditangkap KP Hiu Macan Tutul 001 pada tanggal 24 Januari 2015 di perairan Laut Sulawesi dan diproses hukum di Pangkalan PSDKP Bitung.

Antara | Muhammad Razi Rahman