JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Lagi, Pemkot Solo Akan Relokasi Warga Bantaran Bengawan Solo

Lagi, Pemkot Solo Akan Relokasi Warga Bantaran Bengawan Solo

392
BAGIKAN
PEMUKIMAN NGEMPLAK SUTAN--Seorang bocah menuntun sepedanya  di perumahan warga yang direlokasi dari bantaran Sungai Bengawan Solo di Kampung Ngemplak Sutan, Mojosongo, Jebres, Solo, Selasa (27/8). Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo
PEMUKIMAN NGEMPLAK SUTAN–Seorang bocah menuntun sepedanya di perumahan warga yang direlokasi dari bantaran Sungai Bengawan Solo di Kampung Ngemplak Sutan, Mojosongo, Jebres, Solo, Selasa (27/8/2014). Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo

SOLO – Sebanyak sepuluh bidang lahan hak milik (HM) di kawasan bantaran Sungai Bengawan Solo, yang dilanda banjir bakal direlokasi oleh Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Bapermas P3AKB) Pemkot Solo tahun ini.

‘Pemerintah Kota Solo melalui APBD 2015 telah menganggarkan dana sebesar Rp3 miliar untuk merelokasi tersebut,” kata Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Masyarakat Bapermas P3A dan KB Pemkot Surakarta Sukendi Tri Cahyo Kemat, Jumat (20/2/2015).

Ia mengatakan awalnya Pemkot berencana melakukan relokasi 15 bidang dengan dana Rp7 miliar. “Kami ajukan segitu. Tapi disinkronisasi DPRD akhirnya menjadi Rp3 miliar untuk merelokasi 10 bidang saja,” katanya.

Data Bapermas P3AKB menyebutkan dari 277 bidang lahan HM di bantaran Sungai Bengawan Solo, sudah ada 193 bidang yang terelokasi. “Ya sisanya akan kami relokasi secara bertahap. Kekurangannya berarti 84 bidang dan tahun ini ada 10 bidang. Sisanya untuk beberapa tahun ke depan,” ujarnya.

Ia menambahkan dari ratusan bidang tersebut paling banyak terletak di wilayah Sangkrah dan Semanggi. Sementara itu, Kepala Bapermas P3AKB Surakarta, Anung Indro Susanto menambahkan Pemkot tidak akan gegabah dalam menetapkan nilai ganti untung bagi pemilik lahan di bantaran Sungai Bengawan Solo.

Lantaran pemberian uang ganti rugi diambilkan dari kas daerah (Kasda), maka pihaknya menggunakan angka appraisal. Hasilnya, tanah di bantaran dihargai sekitar Rp500.000/ meter persegi. “Ya kalau bangunannya kami hargai dengan nilai Rp8,5 juta,” katanya.

Joko Widodo| Antara