JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Langgar Aturan, 10.758 Kapal di Jawa Tengah Dilarang Beroperasi

    Langgar Aturan, 10.758 Kapal di Jawa Tengah Dilarang Beroperasi

    211
    BAGIKAN
    Ilustrasi
    Ilustrasi

    SEMARANG– Sebanyak 10.758 unit kapal di Provinsi Jawa Tengah dilarang beroperasi karena melanggar Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 2/Permen-KP/2015 tentang Larangan Penggunaan Alat Penangkapan Ikan.

    “Kapal-kapal tersebut dilarang beroperasi karena menggunakan alat penangkapan ikan berupa pukat hela dan pukat tarik,” kata Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Tengah Fendiawan di Semarang.

    Menurut dia, jumlah kapal yang dilarang beroperasi tersebut mencapai 41,25 persen dari total kapal yang tercatat di Jateng.

    Ia menjelaskan bahwa adanya Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan itu berdampak pada pengolah dan pemasar hasil perikanan yang terkait produksi kapal dengan alat penangkap ikan yang dilarang.

    “Kalau dihitung total tenaga kerja yang terdampak sekitar 252.488 orang karena terdapat 6.808 unit pengolah ikan berskala kecil 30 unit pengolah ikan berskala ekspor,” ujarnya.

    Selama 2014, kata dia, tercatat sebanyak 120.966 nelayan yang menggunakan kapal dengan pukat hela dan pukat tarik itu mampu menghasilkan 60.396 ton ikan atau 27,26 persen dari total produksi.

    “Dari kapal dengan alat penangkap ikan yang dilarang itu, volume ekspor hasil perikanan yang terdampak mencapai 29.808 ton dengan nilai 333.140.262 dollar Amerika,” katanya.

    Terkait dengan hal tersebut, Dinas Kelautan dan Perikanan Jateng meminta pemerintah pusat agar merevisi peraturan menteri terkait dengan larangan penggunaan alat penangkapan ikan tertentu.

    “Pemerintah pusat juga diminta menganggarkan penggantian alat penangkapan ikan yang dilarang dan memberikan pelatihan penggunaan alat penangkapan ikan pengganti, serta memberikan bantuan modal melalui kredit perbankan,” ujarnya.

    ANTARA|Wisnu Adhi Nugroho