JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Larangan Jual Tiket di Bandara, Adi Soemarmo Siapkan Konter Sewa

Larangan Jual Tiket di Bandara, Adi Soemarmo Siapkan Konter Sewa

280
BAGIKAN
RIE--HARIAN--MARKET--potensi umroh-3BOYOLALI –Kementerian Perhubungan baru saja mengeluarkan melarang penjualan tiket di konter di dalam bandara tanah air. Kebijakan ini dikeluarkan bertujuan untuk mengurangi calo-calo yang selama ini kerap beroperasidi dalam bandara . Melalui larangan itu, diharapkan orang yang datang ke bandara adalah yang memiliiki tiket.

General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Adi Soemarmo Surakarta, Abdullah Usman mengatakan, pihaknya belum mendapatkan arahan yang jelas terkait penerapan pembukaan konter penjualan tiket di area bandara. Kata Usman, sedikitnya ada tujuh konter maskapai penerbangan yang berada dalam Bandara Adi Soemarmo. Ketujuh maskapai itu meliputi Garuda Indonesia, Air Asia, Citilink, Trigana, Lion Air, Sriwijaya Air, Wing Air.

“Terus terang saya belum mendapatkan arahan dari pusat, tetapi saya sudah mengantisipasinya”,ungkapnya saat ditemui Joglosemar di Kantor Angkasa Pura 1, Selasa (3/2/2015).

Menurut Usman, langkah antisipasi yang akan dilakukannya adalah, memindahkan konter tiket yang semula di dalam, menjadi di luar terminal. Meskipun begitu, lokasi konter masih berada dalam satu kawasan Bandara Adi Soemarmo. Letaknya sendiri berada didekat parkir kendaraan bermotor sebelah masjid.

Diterangkannya lagi, konter yang akan diadakan di luar terminal bandara, rencananya diberlakukan dengan sistem sewa. Tetapi untuk ruang check in sendiri gratis tidak dikenakan biaya.

“Larangan konter penjualan tiket  di dalam terminal bandara ini tidak akan berdampak besar kepada pihak bandara, lantaran keberadaannya sebenarnya tidak mengganggu. Kami tinggal menunggu perintah surat dari pusat, jika surat itu sudah datang maka tinggal melaksanakan kebijakan tersebut”ujarnya.

Dipaparkannya, fungsi dari konter tersebut selama ini lebih untuk memanjakan dan bentuk pelayanan penumpang. Terutama pada orang-orang daerah yang biasanya belum mengetahui pembelian tiket secara sistem online, sehingga mereka lebih memilih datang langsung ke bandara.

“Selama ini Bandara Adi Soemarmo sendiri sudah memperketat pengawasan, dan bersih dari tindakan calo tiket maupun taksi gelap yang tidak terdaftar di dalam bandara. Pengawasan yang ketat ini tak lepas dari bantuan TNI AU yang turut membantu sistem pengamanan,”terangnya.

Usman menuturkan, saat ini di ada sejumlah bandara di wilayah Angkasa Pura II yang sudah mulai melaksanakan kebijakan tersebut. Seperti di bandara Cengkareng dan Batam dimana per  tanggal 1 Februari sudah memberlakukan kebijakan ini.

Rute Solo-Singapura

Usman menambahkan, setelah rute Solo-Bali resmi dibuka, kemarin pihaknya juga baru saja membuka rute internasional Solo–Singapura pada tanggal 29 Februari. Menurutnya, antusiasme pengunjung terhadap rute baru ini cukup tinggi.

Untuk promosinya sendiri, Usman menjelaskan pihaknya bekerja sama dengan maskapai penerbangan memasang promo pamflet Solo Great Sale di Singapura dan Kuala Lumpur.

“Untuk saat ini saya masih belum tahu dampak dari Solo Great Sale, tetapi saya optimis bisa naik 20 persen,” pungkasnya.

Mia Desi Tri Yuwanita