JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Lelang Proyek Pasar Darurat Klewer Digelar 20 Februari

Lelang Proyek Pasar Darurat Klewer Digelar 20 Februari

324
BAGIKAN
Ketua Komisi B DPRD Provinsi M. Chamin Irvani (kedua dari kanan) bersama rombongan melakukan kunjungan kerja ke Pasar Klewer, Senin (16/02/2015). Foto: Maksum N F
Ketua Komisi B DPRD Provinsi M. Chamin Irvani (kedua dari kanan) bersama rombongan melakukan kunjungan kerja ke Pasar Klewer, Senin (16/02/2015). Foto: Maksum N F

SOLO – Pemkot menarget lelang pasar sementara Klewer bisa dilaksanakan pada 20 Februari mendatang. Nilai totalnya mencapai Rp21,5 miliar. Lelang dijadwalkan dengan jangka waktu 21 hari. Diharapkan pada pertengahan Maret sudah bisa dimulai pekerjaan fisiknya.

“Kontrak resminya kami siapkan untuk pekerjaan tiga bulan, atau sekitar Juni selesai. Nanti, setelah dapat pemenang lelang, kami tetap komunikasikan agar bisa dilembur sehingga 2,5 bulan selesai,” terang Kepala Dinas Pengelola Pasar (DPP) Subagiyo,  dalam rapat kerja bersama Komisi III DPRD Kota Solo, Senin (16/2/2015).

Dia mengatakan seluruh persyaratan administrasi untuk tayang lelang sudah siap. Persetujuan Pimpinan DPRD untuk mendahului anggaran APBD Perubahan 2015 juga sudah turun. Bagiyo menambahkan, dengan perhitungan tiga bulan, diharapkan pada pertengahan Juni atau sebelum Bulan Puasa pedagang sudah bisa menempati pasar sementara.

“Kami paham momentum Lebaran merupakan hal yang penting untuk para pedagang. Jadi, tetap diupayakan agar bisa sebelum puasa sudah bisa menempati lokasi baru. Sebelumnya, tentu kami akan lakukan sosialisasi terlebih dahulu ke pedagang,” tambahnya.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Taufan Basuki mengatakan, khusus untuk pembangunan yang bersumber dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari dunia perbankan dilelang terpisah. Dana yang  terkumpul mencapai kisaran Rp4 miliar.

“Untuk dana CSR ini butuh perlakuan khusus. Lelangnya tidak bisa menggunakan mekanisme lelang pengadaan barang dan jasa di pemerintahan. Namun, harus dibentuk komite tersendiri yang mengelola dana tersebut. Apalagi dana CSR itu tidak hanya bersumber dari satu perusahaan saja,” kata dia.

Dini Tri Winaryani