JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Longsor Jalur Karanganyar-Matesih Semakin Melebar

Longsor Jalur Karanganyar-Matesih Semakin Melebar

379
BAGIKAN
TETAP DILINTASI – Kendati kian menganga, namun bidang jalan jalur alternatif Karanganyar – Matesih di Supan, Kelurahan Tegalgede masih ramai dilintasi kendaraan. Foto: Putradi Pamungkas
TETAP DILINTASI – Kendati kian menganga, namun bidang jalan jalur alternatif Karanganyar – Matesih di Supan, Kelurahan Tegalgede masih ramai dilintasi kendaraan. Foto: Putradi Pamungkas

KARANGANYAR – Pasca dilanda longsor pekan lalu, bidang jalan jalur alternatif Karanganyar – Matesih di Supan, Kelurahan Tegalgede, Kecamatan Karanganyar semakin menganga.

Berdasarkan pantauan di lokasi, Senin (16/2/2015), bidang jalan yang tersisa hanya 2 meter. Sementara, rekahan tanah di jalur alternatif tersebut mencapai 50 meter dari bibir jurang Sungai Siwaluh sedalam 12 meter. Tepat di tepian rekahan, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) memasang karung pasir di dinding talud serta di batas aman perlintasan. Perbaikan nyata sejauh ini belum dilakukan.

Kendati demikian, jalur alternatif yang sebenarnya tengah ditutup itu tetap ramai oleh pengendara kendaraan bermotor. Tak hanya lalu lalang sepeda motor, sebuah mobil pun nekad menerobos badan jalan yang kian terbatas itu.

“Hujan semakin memperparah kondisi bekas ambrol, hingga semakin melebar ke tengah. Memasang portal penutup pun seperti sia sia sebab lalu lintas masih saja ramai,” ujar Lurah Tegalgede, Sutomo.

Sebagaimana diketahui, jalur tersebut kerap dimanfaatkan pengendara guna mempersingkat waktu, baik dari arah Karanganyar kota maupun Matesih. Pihaknya tak mampu berbuat banyak, termasuk melarang pengendara melewati jalur tersebut meski telah memasang tanda larangan melintas.

“Sebab bagaimanapun warga sekitar sangat butuh jalur itu untuk mempercepat akses. Kalau memutar terlalu jauh,” tandas Sutomo.

Sementara itu, Kasi Pembangunan dan Peningkatan Jalan dan Jembatan DPU, Darmanto mengemukakan, permasalahan ketersediaan menjadi kendala perbaikan talud tersebut. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) telah mengajukan proposal permohonan bantuan berupa dana perbaikan jalan ke pos kebencanaan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Total permohonan yang diajukan mencapai Rp 30 miliar.

Apabila terpenuhi, selanjutnya dana itu akan disalurkan pada program relokasi perbaikan sarana dan prasarana publik dan pertanian, serta program mitigasi bencana.

“Selain mengajukan permohonan tersebut, kita juga meminta penanganan darurat bersumber Dana Tak Terduga (DTT), termasuk pendanaan dari APBD perubahan,” sebutnya.

Putradi Pamungkas